1.Lapisan Troposfer
Troposfer merupakan lapisan udara terbawah dari atmosfer yang merupakan lapisan pertama dari permukaan bumi. Ketinggiannya antara 0-16 km didaerah tropis dan antara 0-8 km didaerah kutub. Ketinggian rata-rata troposfer adalah 11 km dari permukaan bumi. Dengan bertambahnya ketinggian maka temperatur udara semakin turun. Sebagian besar massa atmosfer (75- 80%) berada pada lapisan troposfer dan dan didominasi oleh nitrogen dan oksigen. Gejala cuaca seperti hujan, angin, halilintar juga berada pada lapisan ini. Batas antara puncak troposfer denga dasar straposfer disebut tropopause.
2.Lapisan Stratosfer
Lapisan Stratosfer berada diatas Troposfer dampai ketinggian 50 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian 11-20 km, temperaturnya udaranya tetap, yaitu -60°C. Oleh sebab itu ketinggian ini disebut lapisan isotermal (iso= sama, termal= panas). Pada ketinggian 20-50 km, semakin meningkat dan temperatur maksimum pada bagian puncaknya mencapai -3 C. Hal ini disebabkan oleh kandungan air dan debu yang hampir tidak ada sehingga angin sangat kering serta jarang ditemukan awan. Lapisan ini disebut lapisan inversi. Batas antara puncak setratosfer dengan dasar mesosfer disebut stratofause.
3.Lapisan Mesosfer
Lapisan mesosfer terletak diatas lapisan setratosfer sampai ketinggian 80 km. Bertambahnya ketinggian pada lapisan ini, temperatur udara semakin turun. Temperatur udara berkurang rata-rata 0,4 °C. Penurunan temperatur disebabkan oleh mesosfer memiliki kesetimbangan radio aktif yang negatif. Pada umumnya meteor yang masuk kebumi terbakar pada lapisan ini. Puncak mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause.
4.Lapisan Termosfer
Lapisan termosfer berada diatas lapisan mesosfer. Ketinggiannya antara 80-500 km dari permukaan bumi, bagian bawah lapisan ini terdiri atas molekul nitrogen. Pada ketinggian diatas 100 km, terjadi ionisasi yang membentuk ion positif dan elektron bebas yang bermuatan negatif. Lapisan dengan konsentrasi elektron bebas disebut ionosfer yang dikenal sebagai lapisan yang mampu memantulkan kembali gelombang radio.
5.Lapisan Essosfer
Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang paling atas dan terletak 500 km dari permukaan bumi. Udara pada lapisan ini dangat tipis dan molekul gas senantiasa bergerak bebas diangkasa.
Selasa, 20 April 2010
Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara yang terjadi pada waktu dan daerah tertentu. Ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi. Biasanya cuaca dapat berubah-ubah tiap waktu.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dalam waktu yang lama. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi. Iklim mempunyai sifat tetap, meliputi tempat yang luas, dan berlaku untuk waktu lama.
Iklim dan cuaca terbentuk dari unsur yang sama, diantaranya adalah penyinaran matahari, suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan.
1. Penyinaran Matahari
Penyinaran matahari dapat mengubah suhu dipermukaan bumi. Banyaknya jumlah panas yang dapat diterima oleh permukaan bumi tergantung pada lamanya penyinaran, kemiringan sudut datang sinar matahari ke bumi, keadaan awan, dan juga keadaan bumi itu sendiri.
2. Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara disebut termometer. Ada tiga macam skala yang digunakan, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin. Energi panas matahari tidak semuanya diserap akan tetapi ada sebagian yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Dipermukaan bumi perbedaan suhu dari satu tempat dengan tempat lainnya dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan letak lintang. Penurunan semacam itu dinamakan Gradien Temperatur Vertikal atau Lapse Rate. Berdasarkan letak astronomis suhu udara akn lebih tinggi didaerah sekitar ekuator. Garispada peta yang menghubungkan tempat yang memiliki suhu udara sama disebut isoterm.
3. Kelembapan Udara
Kelembapan udara adalah kandungan uap air dalam udara. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan udra adalah higrometer. Kelembapan udara dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Kelembapan Mutlak atau Absolut
Kelembapan mutlak adalah kandungan jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara.
Kelembapan Nisbi
Kelembapan nisbi adalah perbandingan antara tekanan uap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada tekanan dan temperatur tertentu yang dinyatakan dalam persen.
Kelembapan Spesifik
Kelembapan spesifik adalah perbandingan jumlah uap air yang ada dalam 1 kg udara.
4. Tekanan Udara
Udara merupakan benda gas yang mempunyai massa, dan volume. Oleh karena itu udara memiliki tekanan yang disebut tekanan udara. Besar kecilnya udara dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut barometer. Besar tekanan udara dinyatakan denganmilibar (mb). Ketinggian suatu temapat sangat mempengaruhi besarnya tekanan udara. Tekanan udara disuatu tempat juga dapat berubah karena dipengaruhi oleh suhu udara. Pemanasan radiasi matahadi menyebabkan pemuaian sehingga udara akan menjadi lebih ringan.
5. Angin
Udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke tekanan udara yang rendah disebut dengan angin. Angin mempunyai kecepatan yang bergantung pada beda tekanan udara antara dua tempat. Semakin besar beda tekanannya, maka senakin besar kecepatannya. Alat yang digunakan untuk mengukur necepatan angin adalah anemometer. Angin juga memiliki arah, arah gerakan angin selain dipengaruhi oleh perbedaan tekanan, angin juga dipengaruhi oleh gerakan rotasi bumi yang menghasilkan gya coriolis dan gaya gesekan dengan permukaan bumi. Daerah Konvergasi Antar Tropik adalah suatu zona yang memilki suhu tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya, dan daerah ini merupakan daerah pertemuan dua angin pasat. Dibawah ini adalah beberapa jenis angin, yaitu:
Angin Siklon
Angin ini terjadi apabila daerah yang bertekanan rendah dikelilingi daerah yang bertekanan tinggi. Sesuai dengan hukum Boys Ballot, angin dibelahan bumi utara berbelok ke sebelah kanan dan angin yang berada disebelah selatan akan berbelok kiri.
Angin Anti Siklon
Angin ini terjadi jika daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi daerah yang bertekanan minimum. Dengan demikian angin siklon gerakannya berputar meninggalkan pusat.
Angin Pasat
Angin ini betiup dari daerah subtropis ke daerah tropis. Hal ini terjadi karena daerah subtropis merupakan pusat tekanan tinggi, sedangkan daerah tropis merupakanpusat tekanan rendah.
Angin Muson
Proses terjadinya angin mo=uson di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberadaan dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.
Angin Lokal
Yang termasuk kedalam angin lokal adalah angin laut, angin lembah, angin gunung, serta angin fohn. Angin laut adalah angin yang berhembus dari lautan ke daratan. Angin darat adalah angin yang berhenbus dari darat ke laut. Angin lembah adalah angin yang bergerak dari lembah menuju puncak bukit atau gunung. Angin gunung adalah angin yang berhembus dari gunung ke lembah. Sedangkan angin fohn merupakan angin lokal yang terjadi didaerah yang terletak dibelakang pegunungan.
6. Awan
Awan merupakan kumpulan partikel air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Inti kondensasi merupakan titik air yang mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan golongan utama awan dibagi menjadi sepuluh, yaitu:
Stratus
Stratokumulus
Kumulus
Nimbostratus
Kumolonimbus
Altokumulus
Altostratus
Sirus
Sirokumulus
Sirostratus
7. Curah Hujan (Presipitasi)
Curah hujan adalah banyaknya air hujan atau kristal es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan juga dapat diukur dengan menggunakan corong hujan atau biasa disebut ombrometer dengan satuan inci atau milimeter. Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya, yaitu:
Hujan Konveksi
Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udra tersebut naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.
Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.
Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.
Hujan Konvergensi
Hujan konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dalam waktu yang lama. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi. Iklim mempunyai sifat tetap, meliputi tempat yang luas, dan berlaku untuk waktu lama.
Iklim dan cuaca terbentuk dari unsur yang sama, diantaranya adalah penyinaran matahari, suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan.
1. Penyinaran Matahari
Penyinaran matahari dapat mengubah suhu dipermukaan bumi. Banyaknya jumlah panas yang dapat diterima oleh permukaan bumi tergantung pada lamanya penyinaran, kemiringan sudut datang sinar matahari ke bumi, keadaan awan, dan juga keadaan bumi itu sendiri.
2. Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara disebut termometer. Ada tiga macam skala yang digunakan, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Kelvin. Energi panas matahari tidak semuanya diserap akan tetapi ada sebagian yang dipantulkan kembali ke atmosfer. Dipermukaan bumi perbedaan suhu dari satu tempat dengan tempat lainnya dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan letak lintang. Penurunan semacam itu dinamakan Gradien Temperatur Vertikal atau Lapse Rate. Berdasarkan letak astronomis suhu udara akn lebih tinggi didaerah sekitar ekuator. Garispada peta yang menghubungkan tempat yang memiliki suhu udara sama disebut isoterm.
3. Kelembapan Udara
Kelembapan udara adalah kandungan uap air dalam udara. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan udra adalah higrometer. Kelembapan udara dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
Kelembapan Mutlak atau Absolut
Kelembapan mutlak adalah kandungan jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara.
Kelembapan Nisbi
Kelembapan nisbi adalah perbandingan antara tekanan uap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada tekanan dan temperatur tertentu yang dinyatakan dalam persen.
Kelembapan Spesifik
Kelembapan spesifik adalah perbandingan jumlah uap air yang ada dalam 1 kg udara.
4. Tekanan Udara
Udara merupakan benda gas yang mempunyai massa, dan volume. Oleh karena itu udara memiliki tekanan yang disebut tekanan udara. Besar kecilnya udara dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut barometer. Besar tekanan udara dinyatakan denganmilibar (mb). Ketinggian suatu temapat sangat mempengaruhi besarnya tekanan udara. Tekanan udara disuatu tempat juga dapat berubah karena dipengaruhi oleh suhu udara. Pemanasan radiasi matahadi menyebabkan pemuaian sehingga udara akan menjadi lebih ringan.
5. Angin
Udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke tekanan udara yang rendah disebut dengan angin. Angin mempunyai kecepatan yang bergantung pada beda tekanan udara antara dua tempat. Semakin besar beda tekanannya, maka senakin besar kecepatannya. Alat yang digunakan untuk mengukur necepatan angin adalah anemometer. Angin juga memiliki arah, arah gerakan angin selain dipengaruhi oleh perbedaan tekanan, angin juga dipengaruhi oleh gerakan rotasi bumi yang menghasilkan gya coriolis dan gaya gesekan dengan permukaan bumi. Daerah Konvergasi Antar Tropik adalah suatu zona yang memilki suhu tertinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya, dan daerah ini merupakan daerah pertemuan dua angin pasat. Dibawah ini adalah beberapa jenis angin, yaitu:
Angin Siklon
Angin ini terjadi apabila daerah yang bertekanan rendah dikelilingi daerah yang bertekanan tinggi. Sesuai dengan hukum Boys Ballot, angin dibelahan bumi utara berbelok ke sebelah kanan dan angin yang berada disebelah selatan akan berbelok kiri.
Angin Anti Siklon
Angin ini terjadi jika daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi daerah yang bertekanan minimum. Dengan demikian angin siklon gerakannya berputar meninggalkan pusat.
Angin Pasat
Angin ini betiup dari daerah subtropis ke daerah tropis. Hal ini terjadi karena daerah subtropis merupakan pusat tekanan tinggi, sedangkan daerah tropis merupakanpusat tekanan rendah.
Angin Muson
Proses terjadinya angin mo=uson di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberadaan dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.
Angin Lokal
Yang termasuk kedalam angin lokal adalah angin laut, angin lembah, angin gunung, serta angin fohn. Angin laut adalah angin yang berhembus dari lautan ke daratan. Angin darat adalah angin yang berhenbus dari darat ke laut. Angin lembah adalah angin yang bergerak dari lembah menuju puncak bukit atau gunung. Angin gunung adalah angin yang berhembus dari gunung ke lembah. Sedangkan angin fohn merupakan angin lokal yang terjadi didaerah yang terletak dibelakang pegunungan.
6. Awan
Awan merupakan kumpulan partikel air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Inti kondensasi merupakan titik air yang mengumpul pada sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan golongan utama awan dibagi menjadi sepuluh, yaitu:
Stratus
Stratokumulus
Kumulus
Nimbostratus
Kumolonimbus
Altokumulus
Altostratus
Sirus
Sirokumulus
Sirostratus
7. Curah Hujan (Presipitasi)
Curah hujan adalah banyaknya air hujan atau kristal es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan juga dapat diukur dengan menggunakan corong hujan atau biasa disebut ombrometer dengan satuan inci atau milimeter. Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya, yaitu:
Hujan Konveksi
Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udra tersebut naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.
Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.
Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.
Hujan Konvergensi
Hujan konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.
Qisas
Pengertian Qisas
Qisas adalah pembalasan bagi pelaku seimbang dengan luka yang diderita korban. Di laksanakan oleh hakim dengan seadil- adil nya dan tidak boleh dihakimi semdiri., kecuali jika di maafkan oleh keluarga korban maka Qisas tidak dilaksanakan.
B. Syarat-syarat Wajib Qisas
• Orang yang terbunuh terlindungi jiwa nya
• Pembunuhnya adalah seorang mukalaf
• Derajat yang dibunuh sama dengan yang pembunuhnya
• Pembunuhnya bukan orang tua dari yang terbunuh
C. Syarat – Syarat Memenuhi Qisas
o Penuntut hak atas qisas harus mukalaf atau balig
o Semua anggota penuntut qisas harus kompak
o Memberikan jaminan pada saat mengeksekusi
o Eksekusi tersebut harus dilkukan di hadapan penguasa
o Eksekusi dilakukan dengan alat yang tajam.
E. . Syarat – Syarat Qisas dalam hal Melukai Anggota Tubuh
Menjamin tidak terjadi kekejian dan kekejaman dalam melakukan hukum ini
Memungkinkan dilakukan nya Qisas
Anggota tubuh yang hendak dipenggalnya harus sama namanya maupun bagiannya dengan anggota tubuh korban
Anggota tubuh dari masing –masing pelaku maupun korban sama keadaanya
F. Hikmah Diberlakukannya Qisas
Adanya kelangsungan hidup bagi manusia
Manusia akan merasa takut berbuat hahat pada orang
Memberikan pelajaran kepada manusia untuk tidak
Melakukan kejahatan
Timbulnya ketertiban, keamanan , dan kedamaian
dalam masyarakat.
Qisas adalah pembalasan bagi pelaku seimbang dengan luka yang diderita korban. Di laksanakan oleh hakim dengan seadil- adil nya dan tidak boleh dihakimi semdiri., kecuali jika di maafkan oleh keluarga korban maka Qisas tidak dilaksanakan.
B. Syarat-syarat Wajib Qisas
• Orang yang terbunuh terlindungi jiwa nya
• Pembunuhnya adalah seorang mukalaf
• Derajat yang dibunuh sama dengan yang pembunuhnya
• Pembunuhnya bukan orang tua dari yang terbunuh
C. Syarat – Syarat Memenuhi Qisas
o Penuntut hak atas qisas harus mukalaf atau balig
o Semua anggota penuntut qisas harus kompak
o Memberikan jaminan pada saat mengeksekusi
o Eksekusi tersebut harus dilkukan di hadapan penguasa
o Eksekusi dilakukan dengan alat yang tajam.
E. . Syarat – Syarat Qisas dalam hal Melukai Anggota Tubuh
Menjamin tidak terjadi kekejian dan kekejaman dalam melakukan hukum ini
Memungkinkan dilakukan nya Qisas
Anggota tubuh yang hendak dipenggalnya harus sama namanya maupun bagiannya dengan anggota tubuh korban
Anggota tubuh dari masing –masing pelaku maupun korban sama keadaanya
F. Hikmah Diberlakukannya Qisas
Adanya kelangsungan hidup bagi manusia
Manusia akan merasa takut berbuat hahat pada orang
Memberikan pelajaran kepada manusia untuk tidak
Melakukan kejahatan
Timbulnya ketertiban, keamanan , dan kedamaian
dalam masyarakat.
Pembunuhan
A. Pengertian Pembunuhan
Pembunuhan ialah melenyapkan nyawa seseorang, baik disengaja maupun tidak. Tindakan yang paling menakutkan bagi manusia adalah PEMBUNUHAN. Ancaman dalam tindakan pembunuhan di dalam islam dikenal dengan sebutan Qisas.
B. Sanksi Pembunuhan
Membunuh seseorang tanpa alasan hukumnya adalah haram, demikian pula dengan menghilangkan bagian tubuhnya dalam bentuk apapun. Tidak ada dosa yang lebih besar setelah kekafiran kecuali membunuh sorang mukmin.
C. Macam – macam Pembunuhan
Pembunuhan sengaja
Pembunuhan menyerupai kesengajaan
Pembunuhan karena tersalah
Pembunuhan semitersalah
Pembunuhan tidak secara langsung
Pembunuhan ialah melenyapkan nyawa seseorang, baik disengaja maupun tidak. Tindakan yang paling menakutkan bagi manusia adalah PEMBUNUHAN. Ancaman dalam tindakan pembunuhan di dalam islam dikenal dengan sebutan Qisas.
B. Sanksi Pembunuhan
Membunuh seseorang tanpa alasan hukumnya adalah haram, demikian pula dengan menghilangkan bagian tubuhnya dalam bentuk apapun. Tidak ada dosa yang lebih besar setelah kekafiran kecuali membunuh sorang mukmin.
C. Macam – macam Pembunuhan
Pembunuhan sengaja
Pembunuhan menyerupai kesengajaan
Pembunuhan karena tersalah
Pembunuhan semitersalah
Pembunuhan tidak secara langsung
Jaka Pertaka
Syahdan tersebutlah seorang penebang pohon, suatu ketika penebang pohon itu tengah mencari kayu di hutan. Tiba-tiba datang seekor burung garuda.
Melihat garuda itu, penebang pohon itu mencoba menghindar Tetapi malang garuda telih melihatnya. Maka burung raksasa itu pun menyerang.
Sekuat daya penebang pohon mencoba melawan. Dengan kapal di tangan ia menangkis tiap serangan. Tetapi garuda lebih tangkas, ia berhasil melukai mata penebang pohon itu.
Dengan mata buta di tengah hutan, penebang pohon itu tak berdaya. Akhirnya ia pun duduk bertafakur. Ia memohon pertolongan para dewa.
Sementara itu, dikhayangan, Dewa Umar Maya merasa gelisah Tapa penebang pohon itu telah menggoncang kahyangan. Dewi Umar Maya segera memanggil Jaka Slaka puteranya.
"Puteraku", sabda Umar Maya, "seorang penebang pohon tengah dilanda kemalangan. Pergilah engkau bertapa untuk mendapatkan obat bagi penebang pohon itu".
"Baik ayahanda", sembah Jaka Slaka, "Hamba akan laksanakan titah ayahanda".
Sepeninggal jaka Slaka, istrinya yang tengah hamil melahirkan. Betapa suka cita hati Umar Maya beroleh seorang cucu. Ia pun menamai cucunya Jaka Pertaka. Untuk mainan cucunya ia memberi boneka gajah putih berkepala empat.
Tersebutlah seorang puteri sebuah kerajaan. Tuan puteri bermimpi melihat gajah putih berkepala empat. Sejak saat itu sang puteri menjadi resah. Ia ingin sekali memiliki gajah itu.
Keinginan tuan puteri disampaikan kepada ayahandanya, "Wahai ayahanda", sembah sang puteri, "Jikalau ada kasih ayahanda kepada hamba, mohon kabulkanlah permintaan hamba ini".
"Katakanlah anakku", sabda sang raja,"Apa pun yang engkau inginkan akan ayah berikan".
"Ampuni kelancangan hamba ayah, namun hamba ingin sekali memiliki gajah putih berkepala empat".
Terperanjat sang raja mendengar Permohonan itu. Namun ia tak ingin mengecewakan puterinya. Segera baginda menitahkan patih untuk mencari gajah itu.
Berkelanalah sang patih. Ke segala penjuru angin ia mencari. Kepada setiap orang ia bertanya. Namun setelah lama ia mencari, belum jua ia menemukan yang dicarinya.
Pada suatu ketika, tibalah patih di sebuah taman. Di dengarnya suara tawa kanak-kanak. Segera patih menghampiri anak itu. Alangkah terkejut sang patih, ia melihat anak itu tengah bermain-main dengan boneka gajah putih berkepala empat.
Patih pun berpikir, "Jika ada bonekanya, tentulah gajahnya pun ada. Baiklah, akan kutanyai anak itu".
"Hai anak manis", tegur patih, "Bolehkah paman melihat bonekamu?"
"Tidak!", tolak anak itu ketus.
"Tak apalah" , ujar patih, "Tapi bolehkah Paman tahu, siapa namamu?"
"Jaka Pertaka", sahut anak itu.
"Hah,Jaka Pertaka, tahukah engkau di mana gajah putih berkepala empat itu berada ?"
"Tidak", Sahutan ketus anak-itu membuat patih kehabisan kesabaran. Diculiknya anak itu dan dibawanya lari.
Saat malam tiba Umar Maya, kedatangan menantunya. Isteri Jaka Slaka itu menangis tersedu-sedu. Sungguh terkejut Umar Maya melihatnya.
"Apa yang terjadi puteriku?" ,tanya Umar Maya cemas, "Kemarilah" lekas kau katakan".
"Putera hamba belum pulang ayah"Isak wanita itu".Tadi siang ia bermain di taman hingga senja ia tak kembali. Hamba mencari-carinya, namun tak jua bertemu".
"Astaga",seru Umar Maya. "Baiklah puteriku kautinggallah di sini, biar ayah yang mencarinya.
Malam itu juga Umar Maya berangkat mencari namun hingga berhari-hari lamanya tak jua ia bertemu. Akhirnya, Umar Maya memutuskan untuk menyamar sebagai manusia, ia pun mengubah dirinya menjadi seorang kakek, ia menamakan dirinya Kaki Jugil.
Berkelanalah Kaki Jugil di Mayapada. Berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, belum juga ia menemukan cucunya yang hilang.
Namun akhirnya Kaki Jugil berjumpa dengan seorang laki-laki tua dan seorang remaja. remaja itu diikat dan diseret-seret oleh laki-laki tua itu tak sampai hati Kaki Jugil melihatnya.
"Hai tuan", tegur Kaki Jugil, "Siapakah anak itu? Mengapa tuan menyeretnya seperti demi kian?"
"Dia adalah Jaka Pertaka", sahutlaki-laki itu. Aku membawanya karena ia memiliki boneka Gajah Putih berkepala empat.
Senang bercampur terkejut Kaki Jugil mendengar itu. Akhirnya ia berjumpa juga dengan cucunya yang kini sudah remaja. Maka berkatalah kaki Jugil, "Tuan, mohon lepaskan anak itu, nanti akan hamba tunjukkan di mana gajah yang tuan inginkan".
Patih menolak karena tak percaya, terjadilah perkelahian. Kaki Jugil menyerang dengan ganas, sang Patih melawan dengan gagahnya.
Pada akhirnya, kalahlah patih itu, ia lari meninggalkan Jaka Pertaka. Remaja itu sungguh berterima kasih. Telah bertahun-tahun lamanya ia berjalan di seret-seret patih.
"Ya orang tua yang gagah" , ujar Jaka Pertaka, "Tak terkira terima kasih hamba pada tuan".
Kaki Jugil berpikir sejenak. Ia tahu, pengembaraan Jaka Pertaka belum lagi usai. Karenanya Kaki Jugil belum dapat mengatakan siapa dirinya yang sesungguhnya. "Wahai tuan muda", ujar Kaki Jugil, "Janganlah tuan bersikap demikian takdir telah mempertemukan kita. Hamba adalah Kaki Jugil yang diutus untuk menyertai tuan dalam pengembaraan di mayapada".
"Sungguhkah?" Jaka Pertaka tercengang. "Jika demikian, tentu hamba masih harus meneruskan perjalanan".
"Demikianlah tuan", sahut Kaki Jugil, "Jika telah tiba saatnya, barulah tuan dapat kembali ke kahyangan".
Sejak itu, berkelanalah Jaka Pertaka bersama Kaki Jugil.
Syahdan di tepi sebuah desa lalulah empat pencari kayu. Salah seorang menemukan sebatang kayu yang amat bagus. Ia memungut kayu itu. "Hai kawan-kawan", seru pencari kayu itu, "Lihat, betapa bagusnya kayu ini. Tak sampai hati aku menjadikan kayu ini kayu bakar, bahkan menjadikannya perabot pun kayu ini masih terlalu mahal".
"Kau benar sobat", sahut kawannya, "Bagaimana kalau kayu indah itu dibuat patung saja?"
"Baik sekali pikiranmu, namun aku tak pandai memahat"
"Ha, serahkan kepadaku", tukas seorang kawannya yang lain. "Aku sangat gemar membuat patung".
"Benar-benar", sambut kawan-kawannya". Buatlah patung yang indah".
Segera pencari kayu itu bekerja, teramat sangat bersungguhnya. Sesaat patung itu telah selesai. Teramat sangat indahnya patung seorang
wanita yang teramat sangat cantiknya.
Terpesona para pencari kayu itu melihat kecantikan patung itu. Sayang, patung itu tak berwarna. Maka pencari kayu yang keempat menyanggupi untuk mewarnainya. Ia memang seorang ahli menggambar.
Dengan sangat tekun pencari kayu itu menggambari dan mewarnai patung itu. Sekejap saja selesailah. Luar biasa, patung itu seolah hidup. Sungguh kecantikan parasnya mempesonakan para pencari kayu itu. Kini, timbullah pertengkaran, masing-masing merasa berhak untuk memilikinya. Perkelahian nyaris terjadi, beruntung, Kaki Jugil datang.
"Hentikan anak-anak", cegah kaki jugil' "Hentikan. Mengapa kalian berkelahi?"
"Kakek", seru para penebang kayu itu," Kami mohon keadilan. Katakan olehmu, siapa yang berhak memiliki patung ini?"
"Jika demikian, hanya patung ini yang tahu", sahut Kaki Jugil, "Mari kita tanyakan kepadanya."
Kaki Jugil mengeluarkan tusuk kondai ajrang. Di dalam tusuk sanggul itu tersimpanlah Jaka Pertaka. Ia bersemayam di sana sampai pengembaraanya selesai. kaki Jugil memasang tusuk kondai itu pada patung, lalu ia membanting gambar Gajah Putih berkepala empat. Di dalam gambar itu bersemayamlah jaka Slaka. Segera tusuk konde Ajrang dipasang dan gambar gajah putih berkepala empat dibanting, hiduplah patung itu. Ia mulai menari dengan gemulainya.
"Hai puteri cantik", ujar Kaki Jugil kepada gadis yang menari itu, "Siapakah diantara keempat laki-laki ini yang berhak memilikimu?"
"Keempat empatnya wahai kakek", sahut gadis itu, "Sebab hamba adalah saudara mereka semua. Jadi tak seorang pun dapat menikmati hamba.
"Baiklah jika demikian", ujar Kaki Jugil, "Mulai sekarang, kalian semua ikutlah bersamaku. Kita berkelana, engkau menjadi penari, empat saudaramu menjadi panjak atau penabuh gamelan. Dan aku dalangnya".
Kini mufakatlah mereka semua.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Last Updated ( Tuesday, 06 October 2009 15:55 )
Juragan Kambing
Thursday, 01 October 2009 11:44
Jakarta.go.id - Pada zaman dahulu tersebutlah tujuh orang gadis. Mereka adalah puteri-puteri seorang hartawan besar. Namun kini ayah bunda mereka telah tiada.
Tanpa adanya ayah dan ibu, ketujuh gadis itu sungguh-sungguh tiada terurus. Kerja mereka setiap hari hanya bersenang-senang, berpesiar bersama pemuda-pemuda kaya. Hanya si bungsu yang bernama Siti Zainab Ying tak Pernah turut.
Setiap hari kerja Siti Zaenab bermain-main sendiri. Keenam kakaknya tak pernah peduli padanya. Maka keadaan Siti zainab sungguh mengibakan hati.
Sesungguhnya kakaknya yang keenam yang bernama Siti Zubaidah, ada juga kasihnya kepada adiknya. Namun ia tak berani terang-terangan. Sebab ia takut kepada kakak sulungnya yang bernama siti zulaikha. Si Sulung ini amatlah bengis dan bencinya kepada adik bungsunya.
Secara diam-diam Siti Zubaidah sesekali memberi uang kepada seorang janda. Uang itu upah memasak dan mencuci bagi Siti Zainab. Tak banyak uang yang dapat disisihkan Siti Zubaidah. Namun janda itu tetap saja melakukan pekerjaanya dengan baik.
Janda upahan Siti Zubaidah itu biasa dipanggii Bibi Kambing. Dipanggil demikian itu karena anak satu-satunya bekerja sebagai gembala kambing. Anak itu biasa dipanggil juragan kambing. Namun ia tak marah dengan olok-olok itu.
Karena kasihan melihat Siti Zainab tak terawat di rumah orang tuanya yang besar itu, maka Bibi Kambing mengambil anak itu untuk dirawat dirumahnya sendiri. RUmah peninggalan almarhum orang tua Siti Zainab memang besar dan megah. namun, dirumah itu tak ada pelayan atau siapapun yang merawat.
Di rumah Bibi Kambing yang sederhana Siti Zainab hidup lebih senang. Makan dan pakaiannya ada yang mengurus. Sesekali Siti Zubaidah datang menjenguk.
Siti Zainab juga kian akrab dengan warsa, anak Bibi kambing yang sering diolok-olok juragan kambing itu. Melihat keakraban mereka Bibi Kambing merasa khawatir. Tak layak laki-raki dan perempuan bergaul terlalu dekat.
"He Warsa", ujar Bibi Kambing pada suatu hari, "Kini kau sudah besar, tidakkah kau terpikir untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik? Lagi pula, emak khawatir melihatmu terlalu akrab dengan non Zainab. Tak baik laki-laki dan perempuan berdua-dua".
"Baiklah mak", sahut Warsa, "Hambapun sudah lama berpikir pikir untuk berniaga".
"Berniaga? " Bibi Kambing tercengang . "Apa kau punya modal?"
"Walau sedikit, ada juga modal hamba mak. Dari hasil menggembala, seekor anak kambing jantan telah menjadi hak hamba".
"Baguslah jika demikian lekas-lekaslah kau laksanakan niatmu setelah menjual anak kambingnya, pergilah Warsa merantau. Pemuda itu tak kenal pekerjaan lain selain mengurus kambing. Pelbagai pekerjaan dicobanya selalu gagal.
Pada suatu hari Warsa berjumpa seorang haji yang hendak menjual kambing. Pergilah pemuda itu mencari orang yang hendak membeli kambing. Kebetulan Warsa bertemu dengan seorang pemilik rumah makan, orang itu sedang membutuhkan kambing karena tukang jagal telah lama tak mengiriminya daging kambing.
Warsa pun membawa kambing milik haji itu dan menjualnya. Dari haji itu Warsa beroleh upah. Sejak saat itu Warsa mulai bekerja mencari orang-orang yang hendak menjual kambing, lalu ia menjualkannya.
Walau upah yang di dapat Warsa tak seberapa, namun ia terus bekerja erat dan hidup hemat. Lama-kelamaan ia beroleh modal yang cukup. Maka jadilah Warsa seorang saudagar kecil-kecilan.
Beberapa lama Warsa bekerja giat dan hidup hemat Kekayaannya kian banyak. Kini julukan Juragan Kambing bukan lagi olok-olok baginya. Ia telah menjadi seorang juragan kaya berkat berdagang kambing.
Dengan kekayaan yang telah didapatnya, Warsa memutuskan untuk pulang. Alangkah bahagianya Bibi Kambing, putera satu-satunya telah kembali Lebih dari itu, puteranya itu telah menjadi Juragan Kambing sungguhan.
Saat itu, Siti Zainab telah menginjak remaja, kecantikannya kian nyata. Kelima kakaknya kian membencinya. Hanya Siti Zubaidah yang tetap kasih padanya.
Mendengar Warsa telah kembali sebagai saudagar kaya, maka Siti Zulaikha dan keempat adiknya kerap berkunjung ke rumah Bibi Kambing. Dengan pelbagai lagak mereka berusaha memikat hati warsa. Itu memang baru Siti Zubaidah yang telah bersuami, kini ia dan suaminyalah yung merawat Siti Zainab. Sedang si sulung Siti Zulaikha dan empat adiknya belum juga menikah. Maklumlah banyak orang sudah tahu perilaku mereka yang buruk.
Setiap berkunjung ke rumah Bibi Kambing, kelima gadis itu selalu melihat-lihat dengan penuh minat. Rumah yang dulu kecil dan buruk itu memang kini menjadi besar dan megah. Pelbagai perabotan yang indah-indah menghiasi rumah itu. Sungguh tak tahan kelima gadis itu ingin memilikinya.
Walau Siti Zulaikha dan adik-adiknya cantik-cantik, Warsa tak pernah menghiraukan mereka. Diam-diam pemuda itu tertarik pada Siti Zainab.
Akhinya Warsa dan Siti Zainab menikah. Sungguh ramai pestanya. Pelbagai tontonan dipertunjukkan. Diam-diam siti zubaidah bersyukur, kini adiknya tak akan sengsara lagi.
Namun Siti Zulaikha dan keempat adiknya sangat gusar. Maka mereka pun sepakat untuk mencelakai adik bungsu mereka. Rencana keji pun disusun.
Sampailah pada harinya, "Adik-adik" ujar Siti Zulaikha, "Hari ini si Juragan Kambing itu telah berangkat berniaga ke negeri seberang.
Inilah saatnya kita melaksanakan rencana kita".
Berangkatlah kelima gadis kita ke rumah Warsa. Di sana sedang ada Siti Zubaida yang tengah berkunjung. Melihat kedatangan kelima kakaknya, Siti Zubaidah merasa curiga.
Kecurigaan siti Zubaidah makin bertambah melihat kelima kakaknya begitu manis, mereka membujuk-bujuk Siti Zaenab untuk pesiar berperahu. Siti Zubaidah ingin mencegah, namun ia takut kepada Siti Zulaikha.
Ketika akhirnya Siti zainab mengiyakan ajakan kakaknya untuk berpesiar, Siti Zubaidah kian was-was. Diam-diam ia memberikan sebuah kantong,kepada Siti Zainab. "Adik, bawalah kantong ini", Bisik siti zubaidah, "Didalamnya ada sedikit roti, sebentuk cincin permata dan sebelah sekin. Berhati-hatilah engkau".
Siti Zaenab hanya menyahut dengan anggukan. Ia cepat-cepat pergi karena kelima kakaknya terus menarik-narik. Hati perempuan
itu sesungguhnya juga cemas. Siti Zulaikha dan adik-adiknya membawa siti Zainab berkayuh di sungai. sambil berkayuh mereka terus bersenda gurau. Mereka terus berusaha menarik perhatian Siti Zainab.
"Hai adik-adik", seru Siti Zulaikha, "Lihat dermaga itu, ayo kita merapat ke sana.
"Benar kak", sahut adiknya yang lain "Tempatnya indah-indah sekali. Kita bisa membuka bekal dan makan di sana".
Perahu pun dikayuh ke tepi. Setelah merapat ke dermaga Siti Zulaikha turun lebih dahulu, ia menambatkan tali perahu. satu persatu adik-adiknya turun.
Saat Siti Zainab akan ikut turun tiba-tiba Siti Zulaikha melepas tali penambat perahu, lalu ditendangnya perahu itu. Olenglah perahu, nyaris Siti zainab terjatuh. Segera perahu itu terseret arus.
"Kakak, tolong aku kak". Pekik Siti Zainab, "Tolong aku".
Siti Zulaikha dan adik-adiknya malah tertawa. Sungguh senang hati mereka. Rencana busuk telah berhasil dilaksanakan. Siti Zainab pasti akan mati, pikir mereka.
Kini Siti Zulaikha mendatangi rumah Bibi Kambing. Di sana mereka berbuat seenaknya seolah di rumah sendiri. Bibi Kambing tak kuasa menghadapi mereka. Ia terpaksa menyingkir ke rumah Siti Zubaidah.
Betapa terkejut Siti Zubaidah mendengar penuturan Bibi Kambing. Lekas suami Siti Zubaidah, pergi mencari adik iparnya itu. Dengan sia-sia laki-laki itu berkeliling dan bertanya-tanya.
Sementara itu, Siti Zainab duduk di perahu yang diseret arus. Ia sungguh ketakutan. Berhari-hari lamanya ia hanya makan roti yang ada dalam kantong pemberian Siti Zubaidah. Roti yang tak banyak itu akhirnya habis. Gadis itu kini hanya minum air sungai.
Beruntunglah Siti Zainab, seorang tukang rakit menemukannya. Saat itu, perahunya hampir mencapai muara. Jika tidak diselamatkan oleh tukang rakit, niscaya perahu itu akan terseret ke laut lepas.
"Nona, apa yang terjadi dengan mu". Tanya tukang rakit. "Mengapa nona berada dalam perahu tanpa kayuh?"
"Aku dicelakai orang", sahut Siti Zainab", sekarang ini di manakah kita berada?"
"Kita berada dekat muara, tempat ini sangat berbahaya".
"Jika demikian, sudikah engkau antarkan aku ke pelabuhan?"
"Baik nona, pelabuhan memang tak jauh dari sini"
Setiba di pelabuhan tukang rakit menitipkan Siti Zainab pada Syah Bandar. Maka tinggallah Siti Zainab dirumah Syah Bandar. Dengan cincin permata bekal dari Siti Zubaidah, ia membayar ongkos makan dan menginapnya. Siti Zainab bertekad menunggu kedatangan suaminya di sini.
Bulan demi bulan berlalu dengan lambatnya. Kapal-kapal datang dan pergi ke pelabuhan itu. Siti Zainab hanya dapat duduk menunggu.
Pada suatu hari, seorang pembantu Syah Bandar datang tergopoh-gopoh. "Nyonya", seru orang itu, "Kapal yang ditumpangi Tuan Warsa tiba".
Secepat kilat Siti Zainab berlari ke pelabuhan. Tampak sebuah kapal besar di tengah lautan. Perempuan itu menanti dengan berdebar-debar. Namun ternyata kapal sebesar itu tak dapat merapat. Para penumpang diturunkan dengan sekoci.
Sungguh lambat para pengayuh mendayung sekoci. Siti Zainab nyaris tak mampu menahan sabar. Tampak di kejahuan Warsa melambai-lambai.
Akhirnya sekoci-sekoci itu merapat. Siti Zainab dan Warsa berjumpa. Dengan berlinang air mata perempuan itu menuturkan kemalangan yang dialaminya.
Bukan main gusar hati Warsa, "Baiklah adinda", ujar Warsa, "Perbuatan mereka tak dapat dibiarkan".
Segera Warsa mempersiapkan sebuah peti. Peti itu besar dan berukir teramat indahnya. Pada salah satu sisinya terdapat dua buah lubang. Kira-kira sekepalan tinju besar lubang itu.
Pulanglah Warsa ke rumahnya, ia menumPang bendi yang amat indah. Di belakangnya diikuti sebuah pedati yang mengangkut peti besar itu. Setiba di rumah ia disambut oleh Siti Zulaikha dan keempat adiknya.
Warsa hanya tersenyum-senyum saja melihat para penyambutnya. Ia sama sekali tak menanyakan isteri atau ibunya. Warsa juga tak bertanya-tanya saat melihat banyak perabot mahal di rumahnya telah hilang.
"Kanda Warsa", ucap Siti Zulaikha dengan manisnya "Setelah berniaga sekian lama, adakah kanda membawakan sesuatu untuk kami?".
"Tentu saja", sahut Warsa, "Di dalam peti itu hamba sediakan segalanya untuk kakanda sekalian".
Terbeliak mata kelima gadis itu melihat peti besar digotong ke sebuah ruangan. Peti sebesar itu tentulah memuat harta yang sangat banyak. Tak sabar hati Siti Zulaikha ingin membuka peti itu.
"Masuklah satu per satu", kata Warsa, "dan rogohlah isinya melalui lubang di peti itu."
Siti Zulaikha masuk lebih dahulu. Ia ingin mengambil bagian terbaik dari peti itu. Disisi peti ia berjongkok, tangannya dimasukkan ke dalam lubang.
Dan apa yang terjadi, teryata di dalam peti itu bersembunyi Siti Zainab. Begitu iya melihat tangan kakaknya, lekas menarik tangan itu melalui lubang satu lagi ia menikamkan sekin. Matilah Siti Zulaikha yang keji.
Dua orang pelayan lekas membawa mayat Siti Zulaikha ke belakang. Setelah itu datang adik Siti Zulaikha yang kedua. Ia pun mengalami nasib seperti kakaknya.
Berturut-turut adik-adik Siti Zulaikha yang ketiga hingga yang kelima mengalami nasib yang sama. Maka keluarlah Siti Zainab dari dalam peti.
Sejak saat itu, Siti Zainab suaminya Warsa Si Juragan Kambing hidup tenteram. Demikian pula Siti Zubaidah dan Bibi Kambing.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Genderuwo
Wednesday, 30 September 2009 13:34
Jakarta.go.id - Mansur adalah seorang pedagang keliling. Ia menjajakan dagangannya hingga ke Cirebon. Karena itu, sekali ia pergi, paling cepat ia baru akan kembali seminggu kemudian.
Suatu pagi Mansur baru akan berangkat, di jalan ia berjumpa sahabatnya, Otong dan Udin. "Mau jalan lu Sur?" tegur Udin.
"Iya, nanti malam giliran kita ronda yah?" ,ujar Mansur seraya menyodorkan sejumlah uang. "Ini buat beli bako".
"Wah jadi nggak enak nih", sahut Otong, namun tak urung uang itu dikantunginya juga.
Mansurpun meneruskan perjalanannya, sedang Otong dan Udin bergegas menuju kebun.
Malamnya Otong dan Udin bersama beberaPa orang lain meronda. Sepanjang malam mereka berjaga dan berkeliling. Menjelang dini hari mereka memutuskan untuk pulang.
Di perjalanan pulang Otong dan Udin melewati rumah Mansur. Tampak Mansur baru keluar dari halaman. Otong dan Udin heran, karena baru pergi kemarin mereka melihat Mansur berangkat mengapa dini hari ini ia sudah terlihat lagi?
"He Sur", tegur Otong, "Kenapa lu udah pulang lagi?"
Namun Mansur tak menghiraukan teguran itu, ia terus saja berlalu. Otong dan Udin menjadi gusar. "Sombong bener dia", ujar Udin, "Ditanya nengok aja kagak".
"Iya", sahut Udin, "Mentang-mentang kemaren udah ngasih duit kali".
Dini hari berikutnya Otong dan Udin hendak berangkat ke kota. Saat melewati rumah Mansur, keduanya kembali melihat pedagang itu keluar rumah. Kedua sahabat itu sudah lupa pada peristiwa dini hari yang lalu. Dengan ramah keduanva menegur Mansur.
Kali ini ternyata sama saja. Mansur terus saja berlalu. Teguran sahabatnya tak dihiraukan. otong dan udin kembali merasa gusar. "Kenapa sih dia?" tanya Otong. "Ditegur baek-baek kagak nyaut. Emangnya gua kirik".
Udin tak segera menyahut, ia merasa ada sesuatu yang ganjil.
"Tong", ujar Udin, "Tempo hari waktu dia ngasih duitkan biasa aja. Tapi besoknya ama sekarang dia berubah".
"Iya, karena udah ngasih duit makanya dia ngerasa berkuasa".
"Bukan itu maksud gua", tukas Udin, "Dia kan kalo pergi lama. Paling cepet seminggu baru pulang, kadang-kadang ampe sebulan".
"Iyayah" , ucap Otong heran," Kenapa dua hari ini dia bolak-balik terus?"
"Makanya gua jadi curiga", timpal Udin "Jangan-jangan dia bikin macem-macem".
Kecurignan itu membuat Otong dan Udin sepakat untuk mengintai Mansur. Malam itu keduanya bersembunyi di semak-semak, mata mereka mengawasi rumah Mansur dan jalan sekitarnya.
Lewat tengah malam otong dan Udin melihat Mansur di kejahuan. suasana terasa aneh. otong dan Udin merasa tercekam. Keduanya mendekam dengan tegang di tempat persembunyian.
Tampak Mansur memasuki halaman rumahnya. Pedagang itu mengetok pintu sesaat kemudian pintu terbuka, Mansur pun masuk. Otong dan Udin terus mengawasi.
"Din", bisik Otong, "Perasaan gua nggak enak".
"Sama gua juga", sahut Udin.
"Tapi, kenapa Si Mansur baru pulang tengah malam begini?"
"Makanya gua jadi makin curiga".
"Ayo kita intip ke dalem".
Otong dan Udin beranjak dari persembunyian. Keduanya mengendap-endap mendekati rumah Mansur. Namun setelah dekat keduanya mengurungkan niatnya. Lekas mereka menjauh dengan wajah merah padam, di dalam rumah sayup terdengar lenguhan isteri Mansur.
"Sialan", umpat Otong setelah jauh, "Gua kirain lagi ngapain".
"Dasar pejajaran tu orang", timpal Udin, "Pantes bolak-balik mulu".
Selagi Otong dan Udin mengumpat-ngumpat muncul para peronda. Kedua sahabat itu menceritakan pengalaman mereka. Para peronda tertawa terbahak-bahak.
"Udah-udah jangan ribut", ujar Komar, "Bentar lagi subuh."
Mereka semua terdiam. Saat itulah nampak Mansur keluar dari rumahnya. Otong dan Udin bersama para peronda terkiki-kikik. Tetapi seperti dua hari sebelumnya pedagang itu terus saja berlalu. Sedikitpun ia tak menghiraukan teman-temannya.
Komar si jago pencak silat merasa heran. Pengalamannya saat malang melintang sebagai jawara membuatnya peka. Ia tahu, ada yang ganjil pada diri Mansur.
Segera Komar mengejar Mansur. Namun pedagang itu berjalan cepat sekali. Komar pun berlari. Mansur berlari lebih cepat lagi. Melihat itu Otong dan Udin bersama peronda lainnya turut mengejar.
Setiba di pengkolan tersentaklah para pengejar. Mereka melihat Mansur melompat, begitu ringan lompatannya. Tubuh Mansur lenyap di kerimbunan daun pohon Johar.
Sadarlah semua orang, yang tengah mereka kejar bukanlah Mansur melainkan Genderuwo. Mahluk jahat itu biasa tinggal di pohon-pohon besar yang tua.
Jika Genderuwo tengah berhasrat, ia akan mendatangi perempuan yang tengah ditinggalkan suami. Akibatnya, perempuan itu akan hamil.
Hal itu terjadi pada isteri Mansur. Ia hamil. Saat lahir, bayinya amatlah mengerikan. Sekujur tubuhnya berbulu lebat, wajahnya pun menakutkan. Umur bayi itu hanya beberapa hari, ia lalu meninggal. Namun sesungguhnya bayi itu tidak meninggal, ia hanya mengikuti bapaknya.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Last Updated ( Tuesday, 06 October 2009 15:58 )
Darma Jaya Darma Larang
Wednesday, 30 September 2009 11:22
Jakarta.go.id - Tersebutlah seorang pertapa yang mempunyai dua orang putera. Keduanya laki-laki, yang tertua bernama Darma Jaya, yang bungsu bernama Darma Larang.
Darma Jaya amatlah tampan. Sedangkan Darma Larang sebaliknya. Wajahnya amat buruk, kulitnya sehitam arang, tubuhnya kecil namun perutnya buncit.
Disuatu pagi yang cerah, sang pertapa duduk dihadap oleh Darma Jaya. "Ayahanda", sembah Darma Jaya, " Mohon izinkalah hamba pergi ke Ibukota. Hamba ingin sekali mengabdi kepada baginda raja"
"Pergilah anakku", sahut sang pertapa, "Semoga pengabdianmu berkenan bagi baginda raja".
Darma Jaya pun menyembah dan undur dari penghadapan. Saat ia Keluar dan pertapaan, Darma Larang adiknya memanggil, "Kang mau kemana kang?".
"Adinda", sahut Darma Jaya, "Baik-baiklah dinda menjaga ayahanda. Sebab kakanda hendak pergi ke ibukota, mengabdi kepada baginda raja".
"Ibukota kang?"
"Benar dinda".
"Waah, pasti banyak cewek cantik di sana kang, aku ikut dong".
Darma Jaya merasa malu dengan perilaku adiknya itu, walau ia tahu, adiknya itu sesungguhnya berhati mulia. Tetapi ia rasa enggan membawanya. Maka berkatalah satria ini "Baiklah dinda. Kita berangkat esok hari. Kini puaskanlah hatimu bermain kelereng, sebab di ibukota nanti dilarang orang bermain kelereng". Sambil berkata demikian Darma Jaya melempar segenggam kelereng".
"Horeee asyiiik", seru Darma Larang seraya berlari mengejar kelerang-kelereng itu.
Kelerang-kelereng yang dilempar Darma Jaya melesat jauh, melampaui gunung-gunung melintasi sungai-sungai. Darma Larang terus berlari mengejar kelereng-kelereng itu.
Melihat Darma Larang makin menjauhi, diam-diam Darma Jaya menyelinap pergi. Ibukota menjadi tempat tujuan satria itu. Ingin sekali ia menjadi seorang senapati. Atau kalau mungkin, mengapa tidak menjadi raja saja?
Sementara itu,dipaseban istana,Baginda Raja tengah gundah. paduka baru saja melamar Dewi Sukmawati. Namun sang puteri mengajukan syarat pernikahan yang berat. Ia meminta dibuatkan taman dengan tujuh kolam pemandian. Taman itu harus siap dalam waktu semalam.
"Mohon ampun wahai paduka", sembah patih mengusik lamunan sang prabu. "seorang satria datang menghadap".
"Hmmm, siapa kau satria?" sabda baginda" Apa tujuanmu menghadap?"
"Ampun beribu ampun hamba mohon ke bawah telapak duli sah alam," sembah satria itu. Ada pun nama hamba adalah Darma Jaya. Adapun hajat hamba adalah ingin mengabdi ke bawah telapak duli paduka".
Baginda berpikir sejenak, lalu ia kembali bersabda, "Hai Darma Jaya, Jaya benar engkau hendak mengabdi kepadaku, sanggupkah engkau membuat sebuah taman dengan tujuh kolam pemandian. Dan tarian itu harus siap dalam waktu semalam".
Terperanjatlah Darma Jaya mendengar syarat,itu.Namun ia telah terlanjur berdatang sembah. "Wahai paduka sah alam", sembah satria itu, "Apa pun yang duli tuan titahkan, akan hamba laksanakan".
"Jika demikian, segeralah engkau menghadap Dewi Sukmawati' dan buatlah taman itu, sebagai persembahan untuk dirinya".
"Daulat wahai paduka yang mulia", sembah Darma Jaya.
Setelah undur dari penghadapan raja, Darma Jaya, segera menghadap Dewi Sukmawati. Disampaikannya segala sabda sang prabu. Sang dewi pun segera memerintahkan Darma Jaya untuk memulai pekerjaannya.
Kini bingunglah Darma Jaya. Bagaimana membuat sebuah taman hanya dalam waktu semalam. Tiba-tiba ia teringat akan adiknya, tersenyumlah Darma Jaya.
Duduklah Darma Jaya seraya memejamkan mata. Batinnya memanggil-manggil sang adinda, Darma Larang, nama itu disebut-sebutnya dengan penuh kerinduan.
Tiba-tiba, "Waah, akan meninggalkan aku ha ha ha". Sang adinda muncul dari balik asap putih. "Hayoo sekarang jangan lari lagi, aku kan kesepian sendiri".
"Tidak adinda, sahut Darma Jaya, "Kanda tak akan pergi, sudah kau temukan kelerengmu?"
"Wah, kang, kelereng itu terlalu jauh jatuhnya. He kang sudah mendapat cewek kota belum, he he he".
"Sudahlah", ujar Darma Jaya, "Sekarang kanda membutuhkan pertolonganmu".
"Tolong apa kang, lekas katakan".
"Dapatkah dinda membuat taman dengan tujuh buah kolam di dalamnya?"
"Itu sih kecil".
"Tetapi taman ifu harus siap esok pagi""
"Gampang".
Segera saja Darma Larang bekerja. Bagai kilat ia mencangkul dan menyiangi tanah. Sebelum fajar menyingsing, taman itu telah selesai. Sebuah taman yang teramat sangat indahnya.
"Sudah kang" , ujar Darma Larang, "Sekarang buat apa lagi?"
"Bagus sekali adinda", Puji Darma Jaya, "Kini kau sembunyilah dahulu".
"Ha, tidak", tolak Darma Larang, "Nanti akang kabur lagi".
"Tidak dinda", sahut Darma Jaya, "Kanda berjanji, tak akan meninggalkan lagi" .
"Baiklah jika demikian". Darma Larang segera bersembunyi di balik rerumpunan bunga.
Darma Jaya segera menjumpai Dewi Sukmawati. Ia memberitahukan sang Dewi, bahwa taman telah siap. Tentu saja dewi itu amat terkejut, ia tak mengira, jika syaratnya itu dapat dipenuhi.
Bersama puteri-puteri istana lainnya, pergilah Dewi Sukmawati ke taman itu. Sungguh takjub mereka. Baru pertama mereka melihat taman seganjil dan seindah itu.
Melihat kolam-kolam pemandian yang berair jernih, Dewi Sukmawati mengajak para puteri untuk mandi. Mereka bersuka ria dan bermain-main di dalam air.
Namun di balik semak-semak, Darma Larang mengawasi para puteri itu. Ia sungguh senang melihat wanita-wanita cantik itu. Darma Larang tak mampu menahan diri, ia ingin ikut bermain dengan para puteri itu.
Hua ha ha". Darma Larang melompat keluar, "Cewek-cewek, ha ha ha".Ia terjun ke kolam.
Menjeritlah para puteri itu melihat Darma Larang yang buruk rupa. Jeritan mereka terdengar oleh Darma Jaya. Cepat ia mementang busur,lalu ia menyeruak masuk ke pemandian.
Di tengah kolam Darma Jaya melihat sosok hitam. Lekas satria itu membidikkan panahnya. Sosok hitam itu mendongak. Ternyata ia Darma Larang. Terkejut Darma Jaya, namun anak panah telah terlepas dari busurnya.
Jerit memilukan terdengar. Darma Jaya tersentak. Tampak adiknya menggelepar. Lekas Darma Jaya menghampiri. Terlambat, panahnya telah menembus tubuh Darma Larang.
Dengan panik Darma Jaya merangkul Darma Larang. "Dinda, ampuni kanda". Tangis Darma Jaya.
Darma Larang membuka matanya, nafasnya tinggal satu-satu, "kakanda", bisik satria buruk rupa itu, "sudahlah, adinda tak akan mengganggumu lagi. Namun dinda akan menunggu kanda, agar kita dapat bersama-sama pergi ke nirwana". setelah berucap demikian, lenyaplah Darma Larang.
"Hai satria", tegur Dewi Sukmawati, "Sungguh gagahnya dirimu. Kau dapat menaklukkan makhluk seram itu hanya dengan sekali panah".
Pujian Dewi Sukmawati membuat Darma Jaya melupakan kematian adiknya. sang dewi pun terus memuji-muji kegagahan satria
itu. Darma Jaya tergetar.
Kini Darma Jaya sungguh-sungguh melupakan adiknya, juga tugas yang diembannya. Ia bersama Dewi sukmawati asyik berkasih-kasih di taman itu.
Sementara itu, nun jauh di sana sang prabu merasa gelisah. Darma Jaya yang diutusnya belum juga kembali. Baginda cemas akan terjadi sesuatu pada satria itu. Maka berangkatlah baginda hendak menyusul Darma Jaya.
Alangkah terkejutnya baginda, saat tiba di taman ia menjumpai Darma Jaya dan Dewi sukmawati tengah berkasih-kasihan. Sungguh murka sang prabu.
"Hai Darma Jaya", menggelegar suara sang prabu, "Sungguh laknat perbuatanmu itu". Darma Jaya merasa tak mungkin menghindar lagi, ia pun berkata, "Pikiranmu aku takut? Mari kita mengadu kejantanan".
Pertarungan sengit pun terjadi. sungguh dahsyat. Taman menjadi porak poranda terlanggar keduanya. Mereka sama-sama gagah, mereka
sama-sama sakti.
Satu tendangan keras membuat sang prabu terlontar jauh. Ia terguling-guling dan memuntahkan darah. Darma Jaya sungguh lawan yang tangguh.
Sekuat tenaga baginda bangkit. Ia memejamkan mata. Dari tangannya keluar senjata sakti. Segera ia mengarahkan senjata itu. Darma Jaya harus mati.
Melihat senjata itu, terkejutlah Darma Jaya. Satria itu tahu, senjata itu milik jelmaan Dewa, tak ada yang mampu menahannya. Lekas ia melompat menjauhi.
Sang prabu melontarkan senjatanya. Mendesing bunyi senjata itu. Tetapi Darma Jaya telah menjauhi, seharusnya senjata itu tak akan menjangkaunya.
Akan tetapi, saat itu di balik awan, Darma Larang telah menunggu. Ia tak sabar lagi untuk pergi bersama kakaknya ke nirwana. Maka saat senjata itu akan jatuh, Darma Larang mendorongnya hingga dapat mencapai Darma Jaya.
Berdentum keras saat senjata itu menghantam Darma Jaya. Tubuh satria itu terpelanting. Darah mengucur deras. Namun bibir satria itu tersenyum. Ia melihat adiknya bersama senjata itu.
Saat itu juga kakak beradik Darma Jaya dan Darma Larang terbang bersama menuju nirwana.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Melihat garuda itu, penebang pohon itu mencoba menghindar Tetapi malang garuda telih melihatnya. Maka burung raksasa itu pun menyerang.
Sekuat daya penebang pohon mencoba melawan. Dengan kapal di tangan ia menangkis tiap serangan. Tetapi garuda lebih tangkas, ia berhasil melukai mata penebang pohon itu.
Dengan mata buta di tengah hutan, penebang pohon itu tak berdaya. Akhirnya ia pun duduk bertafakur. Ia memohon pertolongan para dewa.
Sementara itu, dikhayangan, Dewa Umar Maya merasa gelisah Tapa penebang pohon itu telah menggoncang kahyangan. Dewi Umar Maya segera memanggil Jaka Slaka puteranya.
"Puteraku", sabda Umar Maya, "seorang penebang pohon tengah dilanda kemalangan. Pergilah engkau bertapa untuk mendapatkan obat bagi penebang pohon itu".
"Baik ayahanda", sembah Jaka Slaka, "Hamba akan laksanakan titah ayahanda".
Sepeninggal jaka Slaka, istrinya yang tengah hamil melahirkan. Betapa suka cita hati Umar Maya beroleh seorang cucu. Ia pun menamai cucunya Jaka Pertaka. Untuk mainan cucunya ia memberi boneka gajah putih berkepala empat.
Tersebutlah seorang puteri sebuah kerajaan. Tuan puteri bermimpi melihat gajah putih berkepala empat. Sejak saat itu sang puteri menjadi resah. Ia ingin sekali memiliki gajah itu.
Keinginan tuan puteri disampaikan kepada ayahandanya, "Wahai ayahanda", sembah sang puteri, "Jikalau ada kasih ayahanda kepada hamba, mohon kabulkanlah permintaan hamba ini".
"Katakanlah anakku", sabda sang raja,"Apa pun yang engkau inginkan akan ayah berikan".
"Ampuni kelancangan hamba ayah, namun hamba ingin sekali memiliki gajah putih berkepala empat".
Terperanjat sang raja mendengar Permohonan itu. Namun ia tak ingin mengecewakan puterinya. Segera baginda menitahkan patih untuk mencari gajah itu.
Berkelanalah sang patih. Ke segala penjuru angin ia mencari. Kepada setiap orang ia bertanya. Namun setelah lama ia mencari, belum jua ia menemukan yang dicarinya.
Pada suatu ketika, tibalah patih di sebuah taman. Di dengarnya suara tawa kanak-kanak. Segera patih menghampiri anak itu. Alangkah terkejut sang patih, ia melihat anak itu tengah bermain-main dengan boneka gajah putih berkepala empat.
Patih pun berpikir, "Jika ada bonekanya, tentulah gajahnya pun ada. Baiklah, akan kutanyai anak itu".
"Hai anak manis", tegur patih, "Bolehkah paman melihat bonekamu?"
"Tidak!", tolak anak itu ketus.
"Tak apalah" , ujar patih, "Tapi bolehkah Paman tahu, siapa namamu?"
"Jaka Pertaka", sahut anak itu.
"Hah,Jaka Pertaka, tahukah engkau di mana gajah putih berkepala empat itu berada ?"
"Tidak", Sahutan ketus anak-itu membuat patih kehabisan kesabaran. Diculiknya anak itu dan dibawanya lari.
Saat malam tiba Umar Maya, kedatangan menantunya. Isteri Jaka Slaka itu menangis tersedu-sedu. Sungguh terkejut Umar Maya melihatnya.
"Apa yang terjadi puteriku?" ,tanya Umar Maya cemas, "Kemarilah" lekas kau katakan".
"Putera hamba belum pulang ayah"Isak wanita itu".Tadi siang ia bermain di taman hingga senja ia tak kembali. Hamba mencari-carinya, namun tak jua bertemu".
"Astaga",seru Umar Maya. "Baiklah puteriku kautinggallah di sini, biar ayah yang mencarinya.
Malam itu juga Umar Maya berangkat mencari namun hingga berhari-hari lamanya tak jua ia bertemu. Akhirnya, Umar Maya memutuskan untuk menyamar sebagai manusia, ia pun mengubah dirinya menjadi seorang kakek, ia menamakan dirinya Kaki Jugil.
Berkelanalah Kaki Jugil di Mayapada. Berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, belum juga ia menemukan cucunya yang hilang.
Namun akhirnya Kaki Jugil berjumpa dengan seorang laki-laki tua dan seorang remaja. remaja itu diikat dan diseret-seret oleh laki-laki tua itu tak sampai hati Kaki Jugil melihatnya.
"Hai tuan", tegur Kaki Jugil, "Siapakah anak itu? Mengapa tuan menyeretnya seperti demi kian?"
"Dia adalah Jaka Pertaka", sahutlaki-laki itu. Aku membawanya karena ia memiliki boneka Gajah Putih berkepala empat.
Senang bercampur terkejut Kaki Jugil mendengar itu. Akhirnya ia berjumpa juga dengan cucunya yang kini sudah remaja. Maka berkatalah kaki Jugil, "Tuan, mohon lepaskan anak itu, nanti akan hamba tunjukkan di mana gajah yang tuan inginkan".
Patih menolak karena tak percaya, terjadilah perkelahian. Kaki Jugil menyerang dengan ganas, sang Patih melawan dengan gagahnya.
Pada akhirnya, kalahlah patih itu, ia lari meninggalkan Jaka Pertaka. Remaja itu sungguh berterima kasih. Telah bertahun-tahun lamanya ia berjalan di seret-seret patih.
"Ya orang tua yang gagah" , ujar Jaka Pertaka, "Tak terkira terima kasih hamba pada tuan".
Kaki Jugil berpikir sejenak. Ia tahu, pengembaraan Jaka Pertaka belum lagi usai. Karenanya Kaki Jugil belum dapat mengatakan siapa dirinya yang sesungguhnya. "Wahai tuan muda", ujar Kaki Jugil, "Janganlah tuan bersikap demikian takdir telah mempertemukan kita. Hamba adalah Kaki Jugil yang diutus untuk menyertai tuan dalam pengembaraan di mayapada".
"Sungguhkah?" Jaka Pertaka tercengang. "Jika demikian, tentu hamba masih harus meneruskan perjalanan".
"Demikianlah tuan", sahut Kaki Jugil, "Jika telah tiba saatnya, barulah tuan dapat kembali ke kahyangan".
Sejak itu, berkelanalah Jaka Pertaka bersama Kaki Jugil.
Syahdan di tepi sebuah desa lalulah empat pencari kayu. Salah seorang menemukan sebatang kayu yang amat bagus. Ia memungut kayu itu. "Hai kawan-kawan", seru pencari kayu itu, "Lihat, betapa bagusnya kayu ini. Tak sampai hati aku menjadikan kayu ini kayu bakar, bahkan menjadikannya perabot pun kayu ini masih terlalu mahal".
"Kau benar sobat", sahut kawannya, "Bagaimana kalau kayu indah itu dibuat patung saja?"
"Baik sekali pikiranmu, namun aku tak pandai memahat"
"Ha, serahkan kepadaku", tukas seorang kawannya yang lain. "Aku sangat gemar membuat patung".
"Benar-benar", sambut kawan-kawannya". Buatlah patung yang indah".
Segera pencari kayu itu bekerja, teramat sangat bersungguhnya. Sesaat patung itu telah selesai. Teramat sangat indahnya patung seorang
wanita yang teramat sangat cantiknya.
Terpesona para pencari kayu itu melihat kecantikan patung itu. Sayang, patung itu tak berwarna. Maka pencari kayu yang keempat menyanggupi untuk mewarnainya. Ia memang seorang ahli menggambar.
Dengan sangat tekun pencari kayu itu menggambari dan mewarnai patung itu. Sekejap saja selesailah. Luar biasa, patung itu seolah hidup. Sungguh kecantikan parasnya mempesonakan para pencari kayu itu. Kini, timbullah pertengkaran, masing-masing merasa berhak untuk memilikinya. Perkelahian nyaris terjadi, beruntung, Kaki Jugil datang.
"Hentikan anak-anak", cegah kaki jugil' "Hentikan. Mengapa kalian berkelahi?"
"Kakek", seru para penebang kayu itu," Kami mohon keadilan. Katakan olehmu, siapa yang berhak memiliki patung ini?"
"Jika demikian, hanya patung ini yang tahu", sahut Kaki Jugil, "Mari kita tanyakan kepadanya."
Kaki Jugil mengeluarkan tusuk kondai ajrang. Di dalam tusuk sanggul itu tersimpanlah Jaka Pertaka. Ia bersemayam di sana sampai pengembaraanya selesai. kaki Jugil memasang tusuk kondai itu pada patung, lalu ia membanting gambar Gajah Putih berkepala empat. Di dalam gambar itu bersemayamlah jaka Slaka. Segera tusuk konde Ajrang dipasang dan gambar gajah putih berkepala empat dibanting, hiduplah patung itu. Ia mulai menari dengan gemulainya.
"Hai puteri cantik", ujar Kaki Jugil kepada gadis yang menari itu, "Siapakah diantara keempat laki-laki ini yang berhak memilikimu?"
"Keempat empatnya wahai kakek", sahut gadis itu, "Sebab hamba adalah saudara mereka semua. Jadi tak seorang pun dapat menikmati hamba.
"Baiklah jika demikian", ujar Kaki Jugil, "Mulai sekarang, kalian semua ikutlah bersamaku. Kita berkelana, engkau menjadi penari, empat saudaramu menjadi panjak atau penabuh gamelan. Dan aku dalangnya".
Kini mufakatlah mereka semua.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Last Updated ( Tuesday, 06 October 2009 15:55 )
Juragan Kambing
Thursday, 01 October 2009 11:44
Jakarta.go.id - Pada zaman dahulu tersebutlah tujuh orang gadis. Mereka adalah puteri-puteri seorang hartawan besar. Namun kini ayah bunda mereka telah tiada.
Tanpa adanya ayah dan ibu, ketujuh gadis itu sungguh-sungguh tiada terurus. Kerja mereka setiap hari hanya bersenang-senang, berpesiar bersama pemuda-pemuda kaya. Hanya si bungsu yang bernama Siti Zainab Ying tak Pernah turut.
Setiap hari kerja Siti Zaenab bermain-main sendiri. Keenam kakaknya tak pernah peduli padanya. Maka keadaan Siti zainab sungguh mengibakan hati.
Sesungguhnya kakaknya yang keenam yang bernama Siti Zubaidah, ada juga kasihnya kepada adiknya. Namun ia tak berani terang-terangan. Sebab ia takut kepada kakak sulungnya yang bernama siti zulaikha. Si Sulung ini amatlah bengis dan bencinya kepada adik bungsunya.
Secara diam-diam Siti Zubaidah sesekali memberi uang kepada seorang janda. Uang itu upah memasak dan mencuci bagi Siti Zainab. Tak banyak uang yang dapat disisihkan Siti Zubaidah. Namun janda itu tetap saja melakukan pekerjaanya dengan baik.
Janda upahan Siti Zubaidah itu biasa dipanggii Bibi Kambing. Dipanggil demikian itu karena anak satu-satunya bekerja sebagai gembala kambing. Anak itu biasa dipanggil juragan kambing. Namun ia tak marah dengan olok-olok itu.
Karena kasihan melihat Siti Zainab tak terawat di rumah orang tuanya yang besar itu, maka Bibi Kambing mengambil anak itu untuk dirawat dirumahnya sendiri. RUmah peninggalan almarhum orang tua Siti Zainab memang besar dan megah. namun, dirumah itu tak ada pelayan atau siapapun yang merawat.
Di rumah Bibi Kambing yang sederhana Siti Zainab hidup lebih senang. Makan dan pakaiannya ada yang mengurus. Sesekali Siti Zubaidah datang menjenguk.
Siti Zainab juga kian akrab dengan warsa, anak Bibi kambing yang sering diolok-olok juragan kambing itu. Melihat keakraban mereka Bibi Kambing merasa khawatir. Tak layak laki-raki dan perempuan bergaul terlalu dekat.
"He Warsa", ujar Bibi Kambing pada suatu hari, "Kini kau sudah besar, tidakkah kau terpikir untuk mencari pekerjaan lain yang lebih baik? Lagi pula, emak khawatir melihatmu terlalu akrab dengan non Zainab. Tak baik laki-laki dan perempuan berdua-dua".
"Baiklah mak", sahut Warsa, "Hambapun sudah lama berpikir pikir untuk berniaga".
"Berniaga? " Bibi Kambing tercengang . "Apa kau punya modal?"
"Walau sedikit, ada juga modal hamba mak. Dari hasil menggembala, seekor anak kambing jantan telah menjadi hak hamba".
"Baguslah jika demikian lekas-lekaslah kau laksanakan niatmu setelah menjual anak kambingnya, pergilah Warsa merantau. Pemuda itu tak kenal pekerjaan lain selain mengurus kambing. Pelbagai pekerjaan dicobanya selalu gagal.
Pada suatu hari Warsa berjumpa seorang haji yang hendak menjual kambing. Pergilah pemuda itu mencari orang yang hendak membeli kambing. Kebetulan Warsa bertemu dengan seorang pemilik rumah makan, orang itu sedang membutuhkan kambing karena tukang jagal telah lama tak mengiriminya daging kambing.
Warsa pun membawa kambing milik haji itu dan menjualnya. Dari haji itu Warsa beroleh upah. Sejak saat itu Warsa mulai bekerja mencari orang-orang yang hendak menjual kambing, lalu ia menjualkannya.
Walau upah yang di dapat Warsa tak seberapa, namun ia terus bekerja erat dan hidup hemat. Lama-kelamaan ia beroleh modal yang cukup. Maka jadilah Warsa seorang saudagar kecil-kecilan.
Beberapa lama Warsa bekerja giat dan hidup hemat Kekayaannya kian banyak. Kini julukan Juragan Kambing bukan lagi olok-olok baginya. Ia telah menjadi seorang juragan kaya berkat berdagang kambing.
Dengan kekayaan yang telah didapatnya, Warsa memutuskan untuk pulang. Alangkah bahagianya Bibi Kambing, putera satu-satunya telah kembali Lebih dari itu, puteranya itu telah menjadi Juragan Kambing sungguhan.
Saat itu, Siti Zainab telah menginjak remaja, kecantikannya kian nyata. Kelima kakaknya kian membencinya. Hanya Siti Zubaidah yang tetap kasih padanya.
Mendengar Warsa telah kembali sebagai saudagar kaya, maka Siti Zulaikha dan keempat adiknya kerap berkunjung ke rumah Bibi Kambing. Dengan pelbagai lagak mereka berusaha memikat hati warsa. Itu memang baru Siti Zubaidah yang telah bersuami, kini ia dan suaminyalah yung merawat Siti Zainab. Sedang si sulung Siti Zulaikha dan empat adiknya belum juga menikah. Maklumlah banyak orang sudah tahu perilaku mereka yang buruk.
Setiap berkunjung ke rumah Bibi Kambing, kelima gadis itu selalu melihat-lihat dengan penuh minat. Rumah yang dulu kecil dan buruk itu memang kini menjadi besar dan megah. Pelbagai perabotan yang indah-indah menghiasi rumah itu. Sungguh tak tahan kelima gadis itu ingin memilikinya.
Walau Siti Zulaikha dan adik-adiknya cantik-cantik, Warsa tak pernah menghiraukan mereka. Diam-diam pemuda itu tertarik pada Siti Zainab.
Akhinya Warsa dan Siti Zainab menikah. Sungguh ramai pestanya. Pelbagai tontonan dipertunjukkan. Diam-diam siti zubaidah bersyukur, kini adiknya tak akan sengsara lagi.
Namun Siti Zulaikha dan keempat adiknya sangat gusar. Maka mereka pun sepakat untuk mencelakai adik bungsu mereka. Rencana keji pun disusun.
Sampailah pada harinya, "Adik-adik" ujar Siti Zulaikha, "Hari ini si Juragan Kambing itu telah berangkat berniaga ke negeri seberang.
Inilah saatnya kita melaksanakan rencana kita".
Berangkatlah kelima gadis kita ke rumah Warsa. Di sana sedang ada Siti Zubaida yang tengah berkunjung. Melihat kedatangan kelima kakaknya, Siti Zubaidah merasa curiga.
Kecurigaan siti Zubaidah makin bertambah melihat kelima kakaknya begitu manis, mereka membujuk-bujuk Siti Zaenab untuk pesiar berperahu. Siti Zubaidah ingin mencegah, namun ia takut kepada Siti Zulaikha.
Ketika akhirnya Siti zainab mengiyakan ajakan kakaknya untuk berpesiar, Siti Zubaidah kian was-was. Diam-diam ia memberikan sebuah kantong,kepada Siti Zainab. "Adik, bawalah kantong ini", Bisik siti zubaidah, "Didalamnya ada sedikit roti, sebentuk cincin permata dan sebelah sekin. Berhati-hatilah engkau".
Siti Zaenab hanya menyahut dengan anggukan. Ia cepat-cepat pergi karena kelima kakaknya terus menarik-narik. Hati perempuan
itu sesungguhnya juga cemas. Siti Zulaikha dan adik-adiknya membawa siti Zainab berkayuh di sungai. sambil berkayuh mereka terus bersenda gurau. Mereka terus berusaha menarik perhatian Siti Zainab.
"Hai adik-adik", seru Siti Zulaikha, "Lihat dermaga itu, ayo kita merapat ke sana.
"Benar kak", sahut adiknya yang lain "Tempatnya indah-indah sekali. Kita bisa membuka bekal dan makan di sana".
Perahu pun dikayuh ke tepi. Setelah merapat ke dermaga Siti Zulaikha turun lebih dahulu, ia menambatkan tali perahu. satu persatu adik-adiknya turun.
Saat Siti Zainab akan ikut turun tiba-tiba Siti Zulaikha melepas tali penambat perahu, lalu ditendangnya perahu itu. Olenglah perahu, nyaris Siti zainab terjatuh. Segera perahu itu terseret arus.
"Kakak, tolong aku kak". Pekik Siti Zainab, "Tolong aku".
Siti Zulaikha dan adik-adiknya malah tertawa. Sungguh senang hati mereka. Rencana busuk telah berhasil dilaksanakan. Siti Zainab pasti akan mati, pikir mereka.
Kini Siti Zulaikha mendatangi rumah Bibi Kambing. Di sana mereka berbuat seenaknya seolah di rumah sendiri. Bibi Kambing tak kuasa menghadapi mereka. Ia terpaksa menyingkir ke rumah Siti Zubaidah.
Betapa terkejut Siti Zubaidah mendengar penuturan Bibi Kambing. Lekas suami Siti Zubaidah, pergi mencari adik iparnya itu. Dengan sia-sia laki-laki itu berkeliling dan bertanya-tanya.
Sementara itu, Siti Zainab duduk di perahu yang diseret arus. Ia sungguh ketakutan. Berhari-hari lamanya ia hanya makan roti yang ada dalam kantong pemberian Siti Zubaidah. Roti yang tak banyak itu akhirnya habis. Gadis itu kini hanya minum air sungai.
Beruntunglah Siti Zainab, seorang tukang rakit menemukannya. Saat itu, perahunya hampir mencapai muara. Jika tidak diselamatkan oleh tukang rakit, niscaya perahu itu akan terseret ke laut lepas.
"Nona, apa yang terjadi dengan mu". Tanya tukang rakit. "Mengapa nona berada dalam perahu tanpa kayuh?"
"Aku dicelakai orang", sahut Siti Zainab", sekarang ini di manakah kita berada?"
"Kita berada dekat muara, tempat ini sangat berbahaya".
"Jika demikian, sudikah engkau antarkan aku ke pelabuhan?"
"Baik nona, pelabuhan memang tak jauh dari sini"
Setiba di pelabuhan tukang rakit menitipkan Siti Zainab pada Syah Bandar. Maka tinggallah Siti Zainab dirumah Syah Bandar. Dengan cincin permata bekal dari Siti Zubaidah, ia membayar ongkos makan dan menginapnya. Siti Zainab bertekad menunggu kedatangan suaminya di sini.
Bulan demi bulan berlalu dengan lambatnya. Kapal-kapal datang dan pergi ke pelabuhan itu. Siti Zainab hanya dapat duduk menunggu.
Pada suatu hari, seorang pembantu Syah Bandar datang tergopoh-gopoh. "Nyonya", seru orang itu, "Kapal yang ditumpangi Tuan Warsa tiba".
Secepat kilat Siti Zainab berlari ke pelabuhan. Tampak sebuah kapal besar di tengah lautan. Perempuan itu menanti dengan berdebar-debar. Namun ternyata kapal sebesar itu tak dapat merapat. Para penumpang diturunkan dengan sekoci.
Sungguh lambat para pengayuh mendayung sekoci. Siti Zainab nyaris tak mampu menahan sabar. Tampak di kejahuan Warsa melambai-lambai.
Akhirnya sekoci-sekoci itu merapat. Siti Zainab dan Warsa berjumpa. Dengan berlinang air mata perempuan itu menuturkan kemalangan yang dialaminya.
Bukan main gusar hati Warsa, "Baiklah adinda", ujar Warsa, "Perbuatan mereka tak dapat dibiarkan".
Segera Warsa mempersiapkan sebuah peti. Peti itu besar dan berukir teramat indahnya. Pada salah satu sisinya terdapat dua buah lubang. Kira-kira sekepalan tinju besar lubang itu.
Pulanglah Warsa ke rumahnya, ia menumPang bendi yang amat indah. Di belakangnya diikuti sebuah pedati yang mengangkut peti besar itu. Setiba di rumah ia disambut oleh Siti Zulaikha dan keempat adiknya.
Warsa hanya tersenyum-senyum saja melihat para penyambutnya. Ia sama sekali tak menanyakan isteri atau ibunya. Warsa juga tak bertanya-tanya saat melihat banyak perabot mahal di rumahnya telah hilang.
"Kanda Warsa", ucap Siti Zulaikha dengan manisnya "Setelah berniaga sekian lama, adakah kanda membawakan sesuatu untuk kami?".
"Tentu saja", sahut Warsa, "Di dalam peti itu hamba sediakan segalanya untuk kakanda sekalian".
Terbeliak mata kelima gadis itu melihat peti besar digotong ke sebuah ruangan. Peti sebesar itu tentulah memuat harta yang sangat banyak. Tak sabar hati Siti Zulaikha ingin membuka peti itu.
"Masuklah satu per satu", kata Warsa, "dan rogohlah isinya melalui lubang di peti itu."
Siti Zulaikha masuk lebih dahulu. Ia ingin mengambil bagian terbaik dari peti itu. Disisi peti ia berjongkok, tangannya dimasukkan ke dalam lubang.
Dan apa yang terjadi, teryata di dalam peti itu bersembunyi Siti Zainab. Begitu iya melihat tangan kakaknya, lekas menarik tangan itu melalui lubang satu lagi ia menikamkan sekin. Matilah Siti Zulaikha yang keji.
Dua orang pelayan lekas membawa mayat Siti Zulaikha ke belakang. Setelah itu datang adik Siti Zulaikha yang kedua. Ia pun mengalami nasib seperti kakaknya.
Berturut-turut adik-adik Siti Zulaikha yang ketiga hingga yang kelima mengalami nasib yang sama. Maka keluarlah Siti Zainab dari dalam peti.
Sejak saat itu, Siti Zainab suaminya Warsa Si Juragan Kambing hidup tenteram. Demikian pula Siti Zubaidah dan Bibi Kambing.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Genderuwo
Wednesday, 30 September 2009 13:34
Jakarta.go.id - Mansur adalah seorang pedagang keliling. Ia menjajakan dagangannya hingga ke Cirebon. Karena itu, sekali ia pergi, paling cepat ia baru akan kembali seminggu kemudian.
Suatu pagi Mansur baru akan berangkat, di jalan ia berjumpa sahabatnya, Otong dan Udin. "Mau jalan lu Sur?" tegur Udin.
"Iya, nanti malam giliran kita ronda yah?" ,ujar Mansur seraya menyodorkan sejumlah uang. "Ini buat beli bako".
"Wah jadi nggak enak nih", sahut Otong, namun tak urung uang itu dikantunginya juga.
Mansurpun meneruskan perjalanannya, sedang Otong dan Udin bergegas menuju kebun.
Malamnya Otong dan Udin bersama beberaPa orang lain meronda. Sepanjang malam mereka berjaga dan berkeliling. Menjelang dini hari mereka memutuskan untuk pulang.
Di perjalanan pulang Otong dan Udin melewati rumah Mansur. Tampak Mansur baru keluar dari halaman. Otong dan Udin heran, karena baru pergi kemarin mereka melihat Mansur berangkat mengapa dini hari ini ia sudah terlihat lagi?
"He Sur", tegur Otong, "Kenapa lu udah pulang lagi?"
Namun Mansur tak menghiraukan teguran itu, ia terus saja berlalu. Otong dan Udin menjadi gusar. "Sombong bener dia", ujar Udin, "Ditanya nengok aja kagak".
"Iya", sahut Udin, "Mentang-mentang kemaren udah ngasih duit kali".
Dini hari berikutnya Otong dan Udin hendak berangkat ke kota. Saat melewati rumah Mansur, keduanya kembali melihat pedagang itu keluar rumah. Kedua sahabat itu sudah lupa pada peristiwa dini hari yang lalu. Dengan ramah keduanva menegur Mansur.
Kali ini ternyata sama saja. Mansur terus saja berlalu. Teguran sahabatnya tak dihiraukan. otong dan udin kembali merasa gusar. "Kenapa sih dia?" tanya Otong. "Ditegur baek-baek kagak nyaut. Emangnya gua kirik".
Udin tak segera menyahut, ia merasa ada sesuatu yang ganjil.
"Tong", ujar Udin, "Tempo hari waktu dia ngasih duitkan biasa aja. Tapi besoknya ama sekarang dia berubah".
"Iya, karena udah ngasih duit makanya dia ngerasa berkuasa".
"Bukan itu maksud gua", tukas Udin, "Dia kan kalo pergi lama. Paling cepet seminggu baru pulang, kadang-kadang ampe sebulan".
"Iyayah" , ucap Otong heran," Kenapa dua hari ini dia bolak-balik terus?"
"Makanya gua jadi curiga", timpal Udin "Jangan-jangan dia bikin macem-macem".
Kecurignan itu membuat Otong dan Udin sepakat untuk mengintai Mansur. Malam itu keduanya bersembunyi di semak-semak, mata mereka mengawasi rumah Mansur dan jalan sekitarnya.
Lewat tengah malam otong dan Udin melihat Mansur di kejahuan. suasana terasa aneh. otong dan Udin merasa tercekam. Keduanya mendekam dengan tegang di tempat persembunyian.
Tampak Mansur memasuki halaman rumahnya. Pedagang itu mengetok pintu sesaat kemudian pintu terbuka, Mansur pun masuk. Otong dan Udin terus mengawasi.
"Din", bisik Otong, "Perasaan gua nggak enak".
"Sama gua juga", sahut Udin.
"Tapi, kenapa Si Mansur baru pulang tengah malam begini?"
"Makanya gua jadi makin curiga".
"Ayo kita intip ke dalem".
Otong dan Udin beranjak dari persembunyian. Keduanya mengendap-endap mendekati rumah Mansur. Namun setelah dekat keduanya mengurungkan niatnya. Lekas mereka menjauh dengan wajah merah padam, di dalam rumah sayup terdengar lenguhan isteri Mansur.
"Sialan", umpat Otong setelah jauh, "Gua kirain lagi ngapain".
"Dasar pejajaran tu orang", timpal Udin, "Pantes bolak-balik mulu".
Selagi Otong dan Udin mengumpat-ngumpat muncul para peronda. Kedua sahabat itu menceritakan pengalaman mereka. Para peronda tertawa terbahak-bahak.
"Udah-udah jangan ribut", ujar Komar, "Bentar lagi subuh."
Mereka semua terdiam. Saat itulah nampak Mansur keluar dari rumahnya. Otong dan Udin bersama para peronda terkiki-kikik. Tetapi seperti dua hari sebelumnya pedagang itu terus saja berlalu. Sedikitpun ia tak menghiraukan teman-temannya.
Komar si jago pencak silat merasa heran. Pengalamannya saat malang melintang sebagai jawara membuatnya peka. Ia tahu, ada yang ganjil pada diri Mansur.
Segera Komar mengejar Mansur. Namun pedagang itu berjalan cepat sekali. Komar pun berlari. Mansur berlari lebih cepat lagi. Melihat itu Otong dan Udin bersama peronda lainnya turut mengejar.
Setiba di pengkolan tersentaklah para pengejar. Mereka melihat Mansur melompat, begitu ringan lompatannya. Tubuh Mansur lenyap di kerimbunan daun pohon Johar.
Sadarlah semua orang, yang tengah mereka kejar bukanlah Mansur melainkan Genderuwo. Mahluk jahat itu biasa tinggal di pohon-pohon besar yang tua.
Jika Genderuwo tengah berhasrat, ia akan mendatangi perempuan yang tengah ditinggalkan suami. Akibatnya, perempuan itu akan hamil.
Hal itu terjadi pada isteri Mansur. Ia hamil. Saat lahir, bayinya amatlah mengerikan. Sekujur tubuhnya berbulu lebat, wajahnya pun menakutkan. Umur bayi itu hanya beberapa hari, ia lalu meninggal. Namun sesungguhnya bayi itu tidak meninggal, ia hanya mengikuti bapaknya.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Last Updated ( Tuesday, 06 October 2009 15:58 )
Darma Jaya Darma Larang
Wednesday, 30 September 2009 11:22
Jakarta.go.id - Tersebutlah seorang pertapa yang mempunyai dua orang putera. Keduanya laki-laki, yang tertua bernama Darma Jaya, yang bungsu bernama Darma Larang.
Darma Jaya amatlah tampan. Sedangkan Darma Larang sebaliknya. Wajahnya amat buruk, kulitnya sehitam arang, tubuhnya kecil namun perutnya buncit.
Disuatu pagi yang cerah, sang pertapa duduk dihadap oleh Darma Jaya. "Ayahanda", sembah Darma Jaya, " Mohon izinkalah hamba pergi ke Ibukota. Hamba ingin sekali mengabdi kepada baginda raja"
"Pergilah anakku", sahut sang pertapa, "Semoga pengabdianmu berkenan bagi baginda raja".
Darma Jaya pun menyembah dan undur dari penghadapan. Saat ia Keluar dan pertapaan, Darma Larang adiknya memanggil, "Kang mau kemana kang?".
"Adinda", sahut Darma Jaya, "Baik-baiklah dinda menjaga ayahanda. Sebab kakanda hendak pergi ke ibukota, mengabdi kepada baginda raja".
"Ibukota kang?"
"Benar dinda".
"Waah, pasti banyak cewek cantik di sana kang, aku ikut dong".
Darma Jaya merasa malu dengan perilaku adiknya itu, walau ia tahu, adiknya itu sesungguhnya berhati mulia. Tetapi ia rasa enggan membawanya. Maka berkatalah satria ini "Baiklah dinda. Kita berangkat esok hari. Kini puaskanlah hatimu bermain kelereng, sebab di ibukota nanti dilarang orang bermain kelereng". Sambil berkata demikian Darma Jaya melempar segenggam kelereng".
"Horeee asyiiik", seru Darma Larang seraya berlari mengejar kelerang-kelereng itu.
Kelerang-kelereng yang dilempar Darma Jaya melesat jauh, melampaui gunung-gunung melintasi sungai-sungai. Darma Larang terus berlari mengejar kelereng-kelereng itu.
Melihat Darma Larang makin menjauhi, diam-diam Darma Jaya menyelinap pergi. Ibukota menjadi tempat tujuan satria itu. Ingin sekali ia menjadi seorang senapati. Atau kalau mungkin, mengapa tidak menjadi raja saja?
Sementara itu,dipaseban istana,Baginda Raja tengah gundah. paduka baru saja melamar Dewi Sukmawati. Namun sang puteri mengajukan syarat pernikahan yang berat. Ia meminta dibuatkan taman dengan tujuh kolam pemandian. Taman itu harus siap dalam waktu semalam.
"Mohon ampun wahai paduka", sembah patih mengusik lamunan sang prabu. "seorang satria datang menghadap".
"Hmmm, siapa kau satria?" sabda baginda" Apa tujuanmu menghadap?"
"Ampun beribu ampun hamba mohon ke bawah telapak duli sah alam," sembah satria itu. Ada pun nama hamba adalah Darma Jaya. Adapun hajat hamba adalah ingin mengabdi ke bawah telapak duli paduka".
Baginda berpikir sejenak, lalu ia kembali bersabda, "Hai Darma Jaya, Jaya benar engkau hendak mengabdi kepadaku, sanggupkah engkau membuat sebuah taman dengan tujuh kolam pemandian. Dan tarian itu harus siap dalam waktu semalam".
Terperanjatlah Darma Jaya mendengar syarat,itu.Namun ia telah terlanjur berdatang sembah. "Wahai paduka sah alam", sembah satria itu, "Apa pun yang duli tuan titahkan, akan hamba laksanakan".
"Jika demikian, segeralah engkau menghadap Dewi Sukmawati' dan buatlah taman itu, sebagai persembahan untuk dirinya".
"Daulat wahai paduka yang mulia", sembah Darma Jaya.
Setelah undur dari penghadapan raja, Darma Jaya, segera menghadap Dewi Sukmawati. Disampaikannya segala sabda sang prabu. Sang dewi pun segera memerintahkan Darma Jaya untuk memulai pekerjaannya.
Kini bingunglah Darma Jaya. Bagaimana membuat sebuah taman hanya dalam waktu semalam. Tiba-tiba ia teringat akan adiknya, tersenyumlah Darma Jaya.
Duduklah Darma Jaya seraya memejamkan mata. Batinnya memanggil-manggil sang adinda, Darma Larang, nama itu disebut-sebutnya dengan penuh kerinduan.
Tiba-tiba, "Waah, akan meninggalkan aku ha ha ha". Sang adinda muncul dari balik asap putih. "Hayoo sekarang jangan lari lagi, aku kan kesepian sendiri".
"Tidak adinda, sahut Darma Jaya, "Kanda tak akan pergi, sudah kau temukan kelerengmu?"
"Wah, kang, kelereng itu terlalu jauh jatuhnya. He kang sudah mendapat cewek kota belum, he he he".
"Sudahlah", ujar Darma Jaya, "Sekarang kanda membutuhkan pertolonganmu".
"Tolong apa kang, lekas katakan".
"Dapatkah dinda membuat taman dengan tujuh buah kolam di dalamnya?"
"Itu sih kecil".
"Tetapi taman ifu harus siap esok pagi""
"Gampang".
Segera saja Darma Larang bekerja. Bagai kilat ia mencangkul dan menyiangi tanah. Sebelum fajar menyingsing, taman itu telah selesai. Sebuah taman yang teramat sangat indahnya.
"Sudah kang" , ujar Darma Larang, "Sekarang buat apa lagi?"
"Bagus sekali adinda", Puji Darma Jaya, "Kini kau sembunyilah dahulu".
"Ha, tidak", tolak Darma Larang, "Nanti akang kabur lagi".
"Tidak dinda", sahut Darma Jaya, "Kanda berjanji, tak akan meninggalkan lagi" .
"Baiklah jika demikian". Darma Larang segera bersembunyi di balik rerumpunan bunga.
Darma Jaya segera menjumpai Dewi Sukmawati. Ia memberitahukan sang Dewi, bahwa taman telah siap. Tentu saja dewi itu amat terkejut, ia tak mengira, jika syaratnya itu dapat dipenuhi.
Bersama puteri-puteri istana lainnya, pergilah Dewi Sukmawati ke taman itu. Sungguh takjub mereka. Baru pertama mereka melihat taman seganjil dan seindah itu.
Melihat kolam-kolam pemandian yang berair jernih, Dewi Sukmawati mengajak para puteri untuk mandi. Mereka bersuka ria dan bermain-main di dalam air.
Namun di balik semak-semak, Darma Larang mengawasi para puteri itu. Ia sungguh senang melihat wanita-wanita cantik itu. Darma Larang tak mampu menahan diri, ia ingin ikut bermain dengan para puteri itu.
Hua ha ha". Darma Larang melompat keluar, "Cewek-cewek, ha ha ha".Ia terjun ke kolam.
Menjeritlah para puteri itu melihat Darma Larang yang buruk rupa. Jeritan mereka terdengar oleh Darma Jaya. Cepat ia mementang busur,lalu ia menyeruak masuk ke pemandian.
Di tengah kolam Darma Jaya melihat sosok hitam. Lekas satria itu membidikkan panahnya. Sosok hitam itu mendongak. Ternyata ia Darma Larang. Terkejut Darma Jaya, namun anak panah telah terlepas dari busurnya.
Jerit memilukan terdengar. Darma Jaya tersentak. Tampak adiknya menggelepar. Lekas Darma Jaya menghampiri. Terlambat, panahnya telah menembus tubuh Darma Larang.
Dengan panik Darma Jaya merangkul Darma Larang. "Dinda, ampuni kanda". Tangis Darma Jaya.
Darma Larang membuka matanya, nafasnya tinggal satu-satu, "kakanda", bisik satria buruk rupa itu, "sudahlah, adinda tak akan mengganggumu lagi. Namun dinda akan menunggu kanda, agar kita dapat bersama-sama pergi ke nirwana". setelah berucap demikian, lenyaplah Darma Larang.
"Hai satria", tegur Dewi Sukmawati, "Sungguh gagahnya dirimu. Kau dapat menaklukkan makhluk seram itu hanya dengan sekali panah".
Pujian Dewi Sukmawati membuat Darma Jaya melupakan kematian adiknya. sang dewi pun terus memuji-muji kegagahan satria
itu. Darma Jaya tergetar.
Kini Darma Jaya sungguh-sungguh melupakan adiknya, juga tugas yang diembannya. Ia bersama Dewi sukmawati asyik berkasih-kasih di taman itu.
Sementara itu, nun jauh di sana sang prabu merasa gelisah. Darma Jaya yang diutusnya belum juga kembali. Baginda cemas akan terjadi sesuatu pada satria itu. Maka berangkatlah baginda hendak menyusul Darma Jaya.
Alangkah terkejutnya baginda, saat tiba di taman ia menjumpai Darma Jaya dan Dewi sukmawati tengah berkasih-kasihan. Sungguh murka sang prabu.
"Hai Darma Jaya", menggelegar suara sang prabu, "Sungguh laknat perbuatanmu itu". Darma Jaya merasa tak mungkin menghindar lagi, ia pun berkata, "Pikiranmu aku takut? Mari kita mengadu kejantanan".
Pertarungan sengit pun terjadi. sungguh dahsyat. Taman menjadi porak poranda terlanggar keduanya. Mereka sama-sama gagah, mereka
sama-sama sakti.
Satu tendangan keras membuat sang prabu terlontar jauh. Ia terguling-guling dan memuntahkan darah. Darma Jaya sungguh lawan yang tangguh.
Sekuat tenaga baginda bangkit. Ia memejamkan mata. Dari tangannya keluar senjata sakti. Segera ia mengarahkan senjata itu. Darma Jaya harus mati.
Melihat senjata itu, terkejutlah Darma Jaya. Satria itu tahu, senjata itu milik jelmaan Dewa, tak ada yang mampu menahannya. Lekas ia melompat menjauhi.
Sang prabu melontarkan senjatanya. Mendesing bunyi senjata itu. Tetapi Darma Jaya telah menjauhi, seharusnya senjata itu tak akan menjangkaunya.
Akan tetapi, saat itu di balik awan, Darma Larang telah menunggu. Ia tak sabar lagi untuk pergi bersama kakaknya ke nirwana. Maka saat senjata itu akan jatuh, Darma Larang mendorongnya hingga dapat mencapai Darma Jaya.
Berdentum keras saat senjata itu menghantam Darma Jaya. Tubuh satria itu terpelanting. Darah mengucur deras. Namun bibir satria itu tersenyum. Ia melihat adiknya bersama senjata itu.
Saat itu juga kakak beradik Darma Jaya dan Darma Larang terbang bersama menuju nirwana.
Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, Cerita Rakyat Betawi, 2004
Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Kamis, 01 April 2010
Aplikasi Mini market
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi sekarang ini komputer sudah menjadi bagian yang sangat penting dan bermanfaat dalam segala hal. Salah satu manfaat dari komputer adalah menyimpan informasi (data) yang lebih kita kenal dengan database.
Database menjadi bagian yang paling penting dalam setiap bidang usaha, karena semua bidang usaha pasti mempunyai data yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
Banyaknya mini market yang tersebar di seluruh pelosok daerah membutuhkan suatu manajemen data yang terstruktur dan baik sehingga data tersebut akan sangat bermanfaat untuk memudahkan pemilik dalam mengolah data.
Pentingnya akan sebuah database dan makin banyaknya mini market yang berkembang saat ini memberi inspirasi terhadap penulis untuk membuat sebuah database mini market yang bertujuan untuk lebih mempermudah pemilik mini market dalam mengolah datanya.
Salah satu contoh kemudahan dari penggunaan aplikasi database ini adalah mempercepat kerja kasir mini market dalam melakukan transaksi. Dalam melakukan transaksi kasir mini market hanya tinggal memasukan kode barang yang akan dibeli oleh konsumen, dan secara otomatis harga barang yang dibeli dan total harga yang harus dibayar oleh konsumen sudah tertera di layar komputer kasir mini market tersebut dengan dilenkapi menu report untuk menampilkan semua transaksi setiap harinya.
1.2 Batasan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan dalam penulisan ilmiah ini, penulis hanya mengangkat permasalahan pada pendataan barang – barang yang ada di mini market tersebut serta pengkodean barang yang bertujuan untuk lebih memudahkan kasir dalam melakukan transaksi. Database ini akan dibuat dengan menggunakan Visual Basic.Net 2008
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk membantu memudahkan para pemilik mini market dalam hal pendataan barang – barang, pemrosesan data dalam transaksi, sehingga data – data barang tersimpan dengan aman di dalam database.
1.4 Metode Penulisan
Untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka sebagai bahan referensi dalam membuat database ini. Penulis memperoleh bahan referensi untuk membuat database ini dari buku – buku pemrograman Visual Basic.Net 2008. Dan hardware seperangkat kompuyter denan spesifikasi minimum sebagai berikut :
• 1,6 GHz CPU
• 386 MB RAM
• 800 x 600 dsiplay
• 5400 RPM hard disk
Adapun prosedur pembuatan aplikasi database mini market ini dalam beberapa tahap berikut :
1. Pembuatan menu utama yang nantinya akan menjadi tampilan utama menggunakan Visual Basic.Net 2008.
2. Pembuatan rancangan input. Rancangan input dibuat menggunakan Visual Basic.Net 2008.
3. Pembuatann rancangan output. Rancangan output dibuat menggunakan Visual Basic.Net 2008.
4. Pembuatan rancangan database. Rancangan database dibuat dengan menggunakan Ms Access
5. Pembuatan logika pemrograman. Logika program dibuat menggunakan bentuk diagram alur.
6. Pembuatan naskah program. Naskah program dibuat dengan mengunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net 2008.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran umum dari Penulisan Ilmiah ini, maka penulis membuat uraian singkat dari tiap – tiap bab yang ada didalam Penulisan Ilmiah ini.
Bab I : Pendahuluan
Pada bab ini menerangkan tentang pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Pada bab ini akan dibahas tentang database, pemrograman, serta penjelasan yang terdapat pada software Visual Basic.Net 2008.
Bab III : Pembahasan Masalah
Pada bab ini akan dibahas mengenai cara pembuatan sebuah database mini market dengan menggunakan Visual Basic.Net 2008yang dilengkapi dengan listing programnya.
Bab IV : Penutup
Pada bab ini berisi tentang keimpulan dari Penulisan Ilmiah ini dan saran – saran untuk menyempurnakan Penulisan Ilmiah yang dibuat oleh penulis.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi sekarang ini komputer sudah menjadi bagian yang sangat penting dan bermanfaat dalam segala hal. Salah satu manfaat dari komputer adalah menyimpan informasi (data) yang lebih kita kenal dengan database.
Database menjadi bagian yang paling penting dalam setiap bidang usaha, karena semua bidang usaha pasti mempunyai data yang perlu diolah sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
Banyaknya mini market yang tersebar di seluruh pelosok daerah membutuhkan suatu manajemen data yang terstruktur dan baik sehingga data tersebut akan sangat bermanfaat untuk memudahkan pemilik dalam mengolah data.
Pentingnya akan sebuah database dan makin banyaknya mini market yang berkembang saat ini memberi inspirasi terhadap penulis untuk membuat sebuah database mini market yang bertujuan untuk lebih mempermudah pemilik mini market dalam mengolah datanya.
Salah satu contoh kemudahan dari penggunaan aplikasi database ini adalah mempercepat kerja kasir mini market dalam melakukan transaksi. Dalam melakukan transaksi kasir mini market hanya tinggal memasukan kode barang yang akan dibeli oleh konsumen, dan secara otomatis harga barang yang dibeli dan total harga yang harus dibayar oleh konsumen sudah tertera di layar komputer kasir mini market tersebut dengan dilenkapi menu report untuk menampilkan semua transaksi setiap harinya.
1.2 Batasan Masalah
Untuk mempermudah pembahasan dalam penulisan ilmiah ini, penulis hanya mengangkat permasalahan pada pendataan barang – barang yang ada di mini market tersebut serta pengkodean barang yang bertujuan untuk lebih memudahkan kasir dalam melakukan transaksi. Database ini akan dibuat dengan menggunakan Visual Basic.Net 2008
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk membantu memudahkan para pemilik mini market dalam hal pendataan barang – barang, pemrosesan data dalam transaksi, sehingga data – data barang tersimpan dengan aman di dalam database.
1.4 Metode Penulisan
Untuk memperoleh informasi yang diperlukan dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitian studi pustaka sebagai bahan referensi dalam membuat database ini. Penulis memperoleh bahan referensi untuk membuat database ini dari buku – buku pemrograman Visual Basic.Net 2008. Dan hardware seperangkat kompuyter denan spesifikasi minimum sebagai berikut :
• 1,6 GHz CPU
• 386 MB RAM
• 800 x 600 dsiplay
• 5400 RPM hard disk
Adapun prosedur pembuatan aplikasi database mini market ini dalam beberapa tahap berikut :
1. Pembuatan menu utama yang nantinya akan menjadi tampilan utama menggunakan Visual Basic.Net 2008.
2. Pembuatan rancangan input. Rancangan input dibuat menggunakan Visual Basic.Net 2008.
3. Pembuatann rancangan output. Rancangan output dibuat menggunakan Visual Basic.Net 2008.
4. Pembuatan rancangan database. Rancangan database dibuat dengan menggunakan Ms Access
5. Pembuatan logika pemrograman. Logika program dibuat menggunakan bentuk diagram alur.
6. Pembuatan naskah program. Naskah program dibuat dengan mengunakan bahasa pemrograman Visual Basic.Net 2008.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran umum dari Penulisan Ilmiah ini, maka penulis membuat uraian singkat dari tiap – tiap bab yang ada didalam Penulisan Ilmiah ini.
Bab I : Pendahuluan
Pada bab ini menerangkan tentang pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
Bab II : Landasan Teori
Pada bab ini akan dibahas tentang database, pemrograman, serta penjelasan yang terdapat pada software Visual Basic.Net 2008.
Bab III : Pembahasan Masalah
Pada bab ini akan dibahas mengenai cara pembuatan sebuah database mini market dengan menggunakan Visual Basic.Net 2008yang dilengkapi dengan listing programnya.
Bab IV : Penutup
Pada bab ini berisi tentang keimpulan dari Penulisan Ilmiah ini dan saran – saran untuk menyempurnakan Penulisan Ilmiah yang dibuat oleh penulis.
Minggu, 07 Maret 2010
Latar Belakang pemesanan barang elektronik
Dewasa ini dengan semakin kompleksnya kebutuhan hidup manusia, barang elektronik sudah tidak termasuk barang mewah melainkan sudah termasuk barang kebutuhan primer. Jenis barang elektronik juga semakin beragam. Seperti : televisi, radio tape, blender, mesin VCD, mesin DVD, mesin cuci, kulkas dan masih banyak lagi. Barang-barang elektronik tersebut tidak saja diperdagangkan di toko-toko di pusat perbelanjaan namun juga juga dijual di toko-toko di pinggir jalan. Oleh karena itu, sekarang toko-toko elektronik bersaing di karenakan perkembangan tehnologi yang semakin cepat. Terutama dibidang tehnologi informasi berbasiskan komputer, dimana penggunaan komputer sangat dibutuhkan untuk melakukan segala hal, sehingga dapat mengefisienkan pekerjaan yang disebut dengan era komputerisasi. Keuntungan dari komputerisasi adalah segala pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus datang ke toko yang bersangkutan untuk melihat informasi maupun pemesanan serta pembelian barang elektronik secara online. Akan tetapi masih ada beberapa pekerjaan yang lebih mudah dilakukan dengan komputer namun masih dikerjakan secara manual.
Dalam persaingan perdagangan saat ini, para pemilik toko electronik saling berlomba untuk memasarkan produk mereka ke masyarakat luas. Berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikan produknya, seperti yang dilakukan oleh pemilik toko Giant Electrik, bapak Dede. Bermacam-macam kegiatan promosi telah dilakukan, seperti kegiatan promosi dengan cara konvensional yaitu dari mulut ke mulut, pemasangan spanduk-spanduk, selebaran-selebaran dan pampflet-pampflet.
Namun cara-cara tersebut masih memiliki kekurangan dan juga kurang ekonomis, selain memerlukan biaya yang besar, kegiatan promosi tersebut juga tidak bertahan lama, seperti spanduk-spanduk yang harus diturunkan kerena masa pemasangannya telah habis lalu selebaran dan pampflet-pampflet yang rusak karena dirobek ataupun terkena air hujan. Sebab itu, bapak Dede memiliki pemikiran untuk membuat website tentang tokonya di internet karena kegiatan promosinya bertahan lama dan juga isi dari website itu dapat di update, sehingga masyarakat luas bisa tahu tentang toko elektroniknya dan juga bisa melihat produk-produk yang ditawarkan.
Melihat kenyataan tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan pembahasan tentang informasi dan pemesanan barang elektronik. Bedasarkan informasi di atas penulis tertarik dan mencoba membuat penulisan ilmiah dengan judul Aplikasi Website Toko Elektronik Giant Electrik menggunakan PHP MySQL dan Macromedia Dreamweaver MX 2004.
Dalam persaingan perdagangan saat ini, para pemilik toko electronik saling berlomba untuk memasarkan produk mereka ke masyarakat luas. Berbagai upaya dilakukan untuk mempromosikan produknya, seperti yang dilakukan oleh pemilik toko Giant Electrik, bapak Dede. Bermacam-macam kegiatan promosi telah dilakukan, seperti kegiatan promosi dengan cara konvensional yaitu dari mulut ke mulut, pemasangan spanduk-spanduk, selebaran-selebaran dan pampflet-pampflet.
Namun cara-cara tersebut masih memiliki kekurangan dan juga kurang ekonomis, selain memerlukan biaya yang besar, kegiatan promosi tersebut juga tidak bertahan lama, seperti spanduk-spanduk yang harus diturunkan kerena masa pemasangannya telah habis lalu selebaran dan pampflet-pampflet yang rusak karena dirobek ataupun terkena air hujan. Sebab itu, bapak Dede memiliki pemikiran untuk membuat website tentang tokonya di internet karena kegiatan promosinya bertahan lama dan juga isi dari website itu dapat di update, sehingga masyarakat luas bisa tahu tentang toko elektroniknya dan juga bisa melihat produk-produk yang ditawarkan.
Melihat kenyataan tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan pembahasan tentang informasi dan pemesanan barang elektronik. Bedasarkan informasi di atas penulis tertarik dan mencoba membuat penulisan ilmiah dengan judul Aplikasi Website Toko Elektronik Giant Electrik menggunakan PHP MySQL dan Macromedia Dreamweaver MX 2004.
Langganan:
Postingan (Atom)