Sabtu, 19 Maret 2011

Manfaat dan Keuntungan opensource

Menurut Wikipedia Berbahasa Indonesia (http://id.wikipedia.org) Open Source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Dari definisi di atas, kita tidak hanya bisa menggunakan open source secara bebas tetapi kita juga bisa mengembangkan open source tersebut sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita, tentunya kebebasan itu tetap bertumpu pada etika dan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Open source mempunyai sifat bebas digunakan, bebas dipelajari, bebas dimodifikasi dan bebas disebarluaskan. Awal mula dari open source karena adanya belenngu industri software pada tahun 1971 yang menutup semua source code yang sudah terkompilasi dalam bentuk biner dan pelarangan modifikasi (eksklusif). Dimulai dari tahun 1983 lahirlah sebuah proyek GNU oleh Richard M Stallman yang kemudian pada tahun 1991 lahir GNU/Linux oleh Linus Trovalds, dari sinilah muncul gerakan free/open source sampai sekarang.

Open source masuk di Indonesia pada tahun 1994 oleh Rahmat M. Samik Ibrahim yang berawal dari memperkenalkan Linux slackware 1.08 di Universitas Indonesia.

Kemudian pada tahun 1995 Universitas Gunadarma juga menggunakan Linux bersamaan dengan itu BAmbang Nurcahyo Prastowo memperkenalkan linux SuSE 4.4.1 di Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 1996 terbentuklah sebuah milis yang menjadi ajang diskusi para pengguna linux yaitu id-linux yang kemudian berubah menjadi linux.or.id dan generasi berikutnya adalah Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) dengan berbagai event-eventnya. Berkembangnya open source berkat kerjasama dan dukungan dari komunitas yang mempunyai satu kesamaan ketertarikan sehingga lahirlah sebuah komunitas yang menghasilkan distro baru.

Dengan menggunakan opensurce sebetulnya banyak keuntungan yang bisa kita peroleh antara lain:

1. Bebas biaya tambahan.

Open source membebaskan kita dari biaya lisensi karena ia bersifat GNU/GPL (General Public License) yang justru membolehkan kita untuk menggunakan, mempelajari dan memodifikasi serta menyebarluaskan untuk umum. Apalagi untuk sebuah perusahaan besar yang juga menggunakan resource besar. Penggunaan software yang terlalu banyak pasti juga akan menambah biaaya/cost yang besar hanya untuk membeli software. Padahal dengan menggunakan open source biaya itu bisa ditekan seminimal mungkin.

2. Membebaskan dari beban moral pembajakan.

Dengan menggunakan open source kita dapat mengurangi tingkat pembajakan software berlisensi yang bisa merugikan vendor software dan merupakan beban moral bagi para pengguna software bajakan (crack).

3. Transfer knowledge.

Open source yang bersifat terbuka dan dapat kita pelajari source codenya bisa kita jadikan referensi, khususnya bagi seseorang yang bergelut dengan dunia IT. Tidak mustahil jika ternyata muncul software yang lebih handal daripada software-software berlisensi.

Saat ini pembajakan software yang paling besar menimbulkan kerugiannya adalah pembajakan terhadap sistem operasi. Memang, sistem operasi Microsoft Windows yang sebagian orang masih menganggap sangat mahal nmerupakan sasaran pertama dalam pembajakan software. Sementara itu, aplikasi-aplikasi lain yang digunakan dalam dunia bisnis kini juga marak dibajak, seperti Microsoft Office, Adobe Photoshop, Corel Draw, Adobe Premiere Pro dan lain sebagainya. Pembajakan yang dilakukan memang ada yang disengaja dan ada yang tidak. Ada pula yang kurang memahami antara membeli software dan membeli lisensi software. Hal inilah yang perlu diluruskan. Sebagian orang mempunyai pemahaman bahwa membeli lisensi software sama seperti membeli barang, setelah ia membeli, ia berhak untuk melakukan apapum terhadap barang itu, padahal yang dimaksud sebenarnya adalah ia hanya membeli lisensi dari software terserbut dimana is dilarang untuk menjual software tersebut.

Kendala yang lain yang cukup berat adalah meniggalkan software yang notabene sudah digunakan setiap hari dan mencoba belajar lagi dengan software open source. Ketika masih menggunakan Windows98 atau WindowsME atau yang bersi lainnya, mungkin setelah muncul versi WindowsXP banyak yang berbondong-bondong untuk mengupgrade komputernya dengan versi Windows terbaru yaitu WindowXP (yang generasi selanjutnya muncul Windows Vista dan Windows 7). Akan tetapi jarang sekali yang mau berbondong-bondong untuk beralih ke open source. Padahal Sistem Operasi berbasis open source lebih banyak variannya dan lebih banyak distro yang lebih memudahkan untuk memilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Dari sini terdapat suatu ganjalan mengapa open source masih sulit untuk dimasyrakatkan

Sumber : habibi.web.id

Minggu, 28 November 2010

Pendektan Pengembangan sistem

Ada beberapa pendekatan pengembangan sistem antara lain adalah :

• Structured analysis and structured design

Pendekatan ini lebih berfokus pada bagaimana mereduksi waktu dan maintenace dalam pengembangan sistem. Pendekatan ini juga langsung mengintegrasikan perubahan jika diperlukan.

• Object oriented analysis and design

Pendekatan baru untuk pengembangan sistem, sering disebut sebagai pendekatan ketiga setelah pendekatan yang berorientasi data dan berorientasi proses.

OOAD adalah metode pengembangan sistem yang lebih menekankan pada objek dibandingkan dengan data atau proses. Ada beberapa ciri khas dari pendekatan ini yaitu object, Inheritance dan object class

• Prototyping

adalah proses iterative dalam pengembangan sistem dimana requirement diubah ke dalam sistem yang bekerja (working system) yang secara terus menerus diperbaiki melalui kerjasama antara user dan analis.

Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses. Prototyping merupakan bentuk dari Rapid Application Development (RAD). Beberapa kerugian RAD:

RAD mungkin mengesampingkan prinsip-prinsip

rekayasa perangkat lunak

Menghasilkan inkonsistensi pada modul-modul sistem

Tidak cocok dengan standar

Kekurangan prinsip reusability komponen

• Joint Application Design (JAD)

Pada akhir 1970 an personil pengembangan sistem di IBM mengembangan proses baru untuk mengumpulkan requiremen SI dan mereview desain dengan nama JAD.

JAD adalah proses terstruktur dimana user, manager dan analis bekerja bersama-sama selama beberapa hari dalam 1 pertemuan bersama untuk mengumpulkan requiremen sistem yang akan dibangun.

• Participatory design

End user dilibatkan dalam pengembangan sistem dalam satu meja untuk persetujuan tentang sistem requirement dan sistem desain.

Pada perkembangannya desain sistem banyak disupport oleh pengggunaan software dan teknologi baru. Analisis

mengandalkan tool dengan tujuan :

o Meningkatkan produktifitas

o Berkomunikasi lebih efektif dengan user

o Mengintegrasikan pekerjaan yang telah dilaksanakan

dari awal pengembangan sampai akhir.

Contoh-contoh tool yang digunakan adalah :

–Computer-Aided Systems Engineering (CASE -tools)

–Application Development Environments (ADE -tools)

–Process and Project Managers

Senin, 15 November 2010

Senin, 25 Oktober 2010

Tugas SPK

Contoh Kasus yang diselesaikan
Suatu pabrik perakitan radio menghasilkan dua tipe radio, yaitu HiFi-1 dan HiFi-2 pada fasilitas perakitan yang sama. Lini perakitan terdiri dari 3 stasiun kerja. Waktu perakitan masing-masing tipe pada masing-masing stasiun kerja adalah sebagai berikut :

Waktu perakitan per unit (menit)
Stasiun kerja HiFi-1 HiFi-2
1 6 4
2 5 5
3 4 6

Waktu kerja masing-masing stasiun kerja adalah 8 jam per hari. Masing-masing stasiun kerja membutuhkan perawatan harian selama 10%, 14% dan 12% dari total waktu kerja (8 jam) secara berturut-turut untuk stasiun kerja 1,2 dan 3.

Untuk kasus diatas dapat diformulasikan sebagai berikut :
Karena tujuannya untuk memaksimumkan jumlah radio HiFi-1 dan HiFi-2 yang diproduksi.
Dapat didefinisikan untuk radio tipe HiFi-1 sebagai x1 dan untuk radio tipe HiFi-2 sebagai x2.
Dapat diuraikan sebagai berikut :
Sumber daya pembatas adalah jam kerja masing-masing stasiun kerja dikurangi dengan waktu yang dibutuhkan untuk perawatan.
8 jam = 480menit. 10%*480= 48 14%*480= 67,2 12%*480= 57,6
Jadi waktu produktif masing-masing stasiun kerja:
Stasiun 1 : 480 menit – 48 menit = 432 menit
Stasiun 2 : 480 menit – 67.2 menit = 412.8 menit
Stasiun 3 : 480 menit – 57.6 menit = 422.4 menit.
Model umum pemrograman linier :
Maksimumkan z = x1 + x2
Kendala :
6x1 + 4x2 ≤ 432
5x1 + 5x2 ≤ 412.8
4x1 + 6x2 ≤ 422.4
x1, x2 ≥ 0

Subtitusi :
6x1 + 4x2 ≤ 432 x5 30x1+20x2=2160
5x1 + 5x2 ≤ 412.8 x4 20x1+20x2=2064
10x1=96 x1=9.6

4x1 + 6x2 ≤ 422.4 x5 20x1+30x2=2112
5x1 + 5x2 ≤ 412.8 x4 20x1+20x2=2064
10x1=48 x2=4.8
Jadi,
z = x1 + x2
z=9.6+4.8 Z= 14,4

Minggu, 16 Mei 2010

kesimpulan

BAB IV
PENUTUP


4.1. Kesimpulan
Dalam mengerjakan Aplikasi MiniMarket, penulis memperoleh referensi tentang VB.Net 2008 dan Database dari buku – buku yang berhubungan dengan dengan VB.Net 2008 dan Database. Dari buku – buku tersebut penulis memperoleh cara – cara membuat suatu program apilikasi database dengan menggunakan VB.Net 2008 dan pengertian tentang database itu sendiri. Penulis juga menyertakan cara – cara pembuatan database dengan menggunakan ERD (Entity Relational Diagram) dan flowchart untuk menjelaskan prosedur tentang program aplikasi minimarket ini. Penulis juga banyak mengalami kendala antara lain yaitu :

• Pengusaan materi akan data – data yang dibutuhkan dan prosedur – prosedur yang berlaku dalam minimarket serta kurangnya sumber informasi tentang minimarket.
• Setelah dilakukan pengamatan terhadap sistem transaksi penjualan dan pembelian saat ini yang masih berjalan secara manual, maka dapat dilihat kelemahan – kelemahan yang mendasar seperti pengolahan data yang relatif lama dengan jumlah data yang besar.
• Banyak memori akan terbuang yang disebabkan oleh type data N (Number) pada Database Paradoks tidak dapat ditentukan sizenya, karena Paradoks dengan otomatis membuat size type data N (Number) sebanyak 15 digit.

Dengan penggunaan sistem yang terkomputerisasi maka dapat diperoleh beberapa keuntungan, antara lain :

• Pemilik minimarket dapat memperoleh informasi yang diperlukan dengan cepat.
• Kemudahan bagi kasir dalam melakukan transaksi penjualan dan pendataan barang.
• Pengecekan akan data barang dapat dilakukan secara akurat.
4.2. Saran
Karena pengolahan data yang dilakukan menggunakan sarana komputer sebagai alat Bantu dalam transaksi penjualan maupun pendataan barang, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sarana komputer tersebut adalah :

• Pemakai harus mengerti tentang komputer secara umum.
• Pemakai mengerti akan data – data yang akan dimasukan.
• Pemakai mengerti akan sistem transaksi penjualan dan pendataan barang.
• Pembuat program dapat mencari software database selain Acces, misalnya : Paradoks, Interbase, Oracle, DB2

Selasa, 20 April 2010

awal kebun raya bogor

Pada tahun 1811, ketika perang Napoleon di Eropa, Indonesia pada waktu itu bernama Hindia Belanda atau Nederlandsch Indie, direbut oleh Inggris dari kekuasaan Belanda. Ketika Napoleon jatuh (1815/1816) para pemimpin negara di Eropa membuat perjanjian, antara lain tentang pembagian wilayah kekuasaan.
Pada Tahun 1816 Inggris mengembalikan kekuasaan Indonesia ke tangan Belanda. Peperangan yang terjadi di Eropa menyebabkan Belanda mengalami kelesuan, Kerajaan Belanda mengembangkan ilmu pengetahuan, karena mereka tahun tegak dan kejayaannya Belanda di tandai antara lain dengan ilmu pengetahuan. Untuk itu dikirimlah C.Th.Elout, A.A Boykens dan G.A.G.P. Baron Van Der Capellen, ke Indonesia dan Dr. Casper George Carl Reindwardt selaku penasehat.
free counters